Friday, 30 October 2026
Ekonomi

Rupiah Mendekati Rp18.200 per Dolar AS, Ekonom Permata Bank Lihat Peluang Menguat

Ilustrasi penukaran mata uang dolar Amerika Serikat dan rupiah

JAKARTA — Nilai tukar rupiah bergerak mendekati level Rp18.200 per dolar Amerika Serikat pada pekan ini dan disebut mencetak rekor terlemah sepanjang masa. Meski begitu, ekonom menilai mata uang Garuda masih berpeluang menguat dalam waktu dekat bila sejumlah tekanan global mereda dan kepercayaan investor membaik.

Penilaian itu disampaikan Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, yang dihubungi pada Kamis, 29 Oktober 2026. Dalam perdagangan pada hari yang sama, rupiah sempat menguat sesaat ke sekitar Rp18.100 per dolar AS, sebelum kembali berada dalam tren pelemahan.

Tekanan terhadap rupiah datang dari dua arah sekaligus. Dari luar negeri, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, menahan suku bunga di kisaran 3,75 hingga 4 persen, dengan kemungkinan pengetatan lanjutan pada Desember di tengah inflasi Amerika yang masih tinggi. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika berada di sekitar 5 persen, sementara konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak menembus 115 dolar AS per barel.

Dari dalam negeri, kekhawatiran investor terhadap risiko fiskal meningkat. Sentimen itu diperberat oleh kemungkinan reklasifikasi saham Indonesia oleh MSCI, arus keluar modal asing, serta meningkatnya permintaan dolar menjelang akhir bulan. Kombinasi faktor eksternal dan domestik itu membuat premi risiko Indonesia naik dan menekan rupiah lebih dalam.

Untuk jangka pendek, Josua memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.350 per dolar AS. Hingga akhir 2026, proyeksi pergerakannya berada di rentang Rp17.950 hingga Rp18.450 per dolar AS. Namun bila The Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga, konflik geopolitik memburuk, dan tekanan modal asing berlanjut, rupiah berisiko melemah ke kisaran Rp18.500 hingga Rp18.800 per dolar AS.

Sebaliknya, peluang penguatan tetap terbuka. Bila ketegangan global mereda dan kepercayaan investor pulih, rupiah berpotensi menguat hingga ke bawah Rp18.000 per dolar AS. Proyeksi ini menegaskan bahwa arah rupiah dalam beberapa pekan ke depan sangat bergantung pada perkembangan suku bunga Amerika, harga energi, dan sentimen terhadap aset Indonesia.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Rupiah bergerak mendekati Rp18.200 per dolar AS dan disebut mencetak rekor terlemah sepanjang masa.
  • Tekanan berasal dari suku bunga The Federal Reserve, imbal hasil obligasi Amerika, harga minyak, serta kekhawatiran fiskal dan arus keluar modal asing.
  • Proyeksi jangka pendek berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.350, dan hingga akhir 2026 di Rp17.950 hingga Rp18.450 per dolar AS.
  • Rupiah berpeluang menguat ke bawah Rp18.000 per dolar AS bila ketegangan global mereda dan kepercayaan investor membaik.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *