Thursday, 29 October 2026
Kesehatan

Pakar: Vaksinasi Cegah Risiko Penyakit Musim Pancaroba, Jangan Ditunda

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin ke lengan pasien

Pakar kesehatan mengingatkan pentingnya vaksinasi sebagai perlindungan utama menghadapi musim pancaroba, masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Pada masa ini, kasus penyakit menular cenderung meningkat, terutama influenza.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Sukamto Koesnoe, menjelaskan bahwa influenza A subtipe H1N1 terus bermutasi sehingga vaksinasi influenza tahunan menjadi perlindungan utama. Imbauan itu disampaikan di tengah meningkatnya kasus penyakit menular pada masa pancaroba.

Vaksin influenza dapat diberikan kapan saja sepanjang tahun. Namun, kasus influenza cenderung meningkat pada September hingga Januari, sehingga vaksinasi sebaiknya diselesaikan sebelum puncak musim penularan. Antibodi penuh umumnya terbentuk sekitar dua minggu setelah penyuntikan, sehingga menunda vaksinasi berarti menunda perlindungan.

Gejala influenza yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot berat, sakit kepala, dan kelelahan ekstrem. Penularannya terjadi melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, influenza mudah menyebar di tempat ramai dan ruang tertutup dengan ventilasi buruk.

Selain influenza, ada sejumlah vaksin lain yang dianjurkan sesuai kondisi masing-masing orang. Vaksin pneumokokus melindungi dari pneumonia, vaksin Covid-19 dianjurkan bagi kelompok rentan, vaksin demam berdarah kini telah disetujui hingga usia 45 tahun, serta vaksin tifoid dan hepatitis A terutama bagi warga di daerah rawan banjir.

Kelompok yang paling diprioritaskan untuk vaksinasi meliputi orang berusia di atas 60 tahun, penderita penyakit kronis seperti diabetes, jantung, paru, ginjal, dan autoimun, ibu hamil, tenaga kesehatan, serta orang yang banyak beraktivitas di tempat umum dan keramaian. Kelompok ini berisiko lebih tinggi mengalami gejala berat bila terinfeksi.

Vaksinasi saja tidak cukup tanpa perilaku hidup bersih. Mencuci tangan, memakai masker saat sakit, menjaga ventilasi ruangan, dan segera beristirahat bila bergejala tetap penting untuk memutus rantai penularan. Bila gejala memburuk, seperti sesak napas atau demam yang tidak turun, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Musim pancaroba akan terus berulang setiap tahun. Menjadikan vaksinasi sebagai agenda tahunan, bukan sekadar reaksi saat sakit, adalah langkah paling rasional untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pakar PAPDI mengingatkan vaksinasi sebagai perlindungan utama menghadapi musim pancaroba, terutama dari influenza A subtipe H1N1.
  • Vaksin influenza dapat diberikan kapan saja, namun sebaiknya selesai sebelum puncak kasus pada September hingga Januari.
  • Antibodi penuh umumnya terbentuk sekitar dua minggu setelah penyuntikan, sehingga vaksinasi tidak boleh ditunda.
  • Kelompok prioritas meliputi lansia di atas 60 tahun, penderita penyakit kronis, ibu hamil, tenaga kesehatan, dan pekerja mobilitas tinggi.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *