Telur, kacang-kacangan, cokelat hitam, sup kemasan, dan bagel kerap dianggap sebagai makanan yang kurang sehat. Anggapan itu muncul karena kandungan lemak, kolesterol, natrium, dan karbohidratnya. Namun, menurut para ahli gizi, kelima makanan tersebut sebenarnya bergizi dan dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat bila dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Mengapa telur sering dicap buruk? Karena kandungan kolesterolnya. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan pada kebanyakan orang berpengaruh lebih kecil terhadap kolesterol darah dibandingkan lemak jenuh. Ahli gizi terdaftar Jessica Villalvir menjelaskan telur kaya protein berkualitas tinggi dan kolin yang dikaitkan dengan kesehatan otak yang lebih baik, serta mengandung vitamin B dan karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin yang berperan sebagai antioksidan.
Kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan kacang tanah juga sering dihindari karena dianggap tinggi kalori. Villalvir menjelaskan kacang justru menyediakan lemak tak jenuh, serat, vitamin E, protein nabati, dan antioksidan. Konsumsi kacang secara teratur dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Sebagian lemak dalam kacang terperangkap dalam serat sehingga lebih sulit dicerna, dan tidak semua kalori dari kacang dapat diserap tubuh.
Cokelat hitam kerap disamakan dengan permen karena gula, lemak jenuh, dan kalorinya. Ahli gizi Kelly Burgess menjelaskan senyawa dalam kakao, bahan baku cokelat, seperti flavanol, teobromin, dan fitonutrien lainnya, memberikan manfaat antioksidan dan anti-inflamasi. Ahli gizi Samantha DeVito menambahkan cokelat dengan kandungan kakao minimal 70 persen yang dipadukan dengan buah beri dan kacang dapat menjadi pilihan camilan sehat.
Sup kemasan sering dikritik karena kandungan natriumnya, tetapi dapat menjadi pilihan makanan praktis dan terjangkau yang tetap bergizi. DeVito menyarankan menambahkan kacang, lentil, sayuran beku, atau sisa ayam ke dalam sup kemasan yang kaya sayuran untuk menghasilkan sajian yang lebih bergizi.
Bagel, roti berbentuk cincin yang umumnya terbuat dari tepung terigu, dianggap kurang bergizi karena berasal dari karbohidrat olahan. Namun, DeVito menjelaskan sumber karbohidrat ini dapat disajikan bersama telur, alpukat, tomat, salmon, atau selai kacang untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi lainnya.
Pesan utamanya adalah cara penyajian dan porsi ikut menentukan. Makanan yang selama ini dicap kurang sehat tetap dapat berperan dalam pola makan seimbang bila dipadukan dengan bahan-bahan bergizi lainnya dan dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Apa poin penting dari berita ini?
- Telur, kacang, cokelat hitam, sup kemasan, dan bagel sering dianggap kurang sehat, tetapi menurut ahli gizi sebenarnya bergizi.
- Telur kaya protein, kolin, vitamin B, lutein, dan zeaxanthin; kolesterol makanan berpengaruh lebih kecil daripada lemak jenuh bagi kebanyakan orang.
- Kacang menyediakan lemak tak jenuh, serat, vitamin E, dan antioksidan, serta dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
- Cokelat minimal 70 persen kakao, sup kemasan yang diperkaya sayuran dan protein, serta bagel dengan lauk bergizi dapat menjadi pilihan sehat.


