Thursday, 29 October 2026
Daerah

Bea Cukai Batam Beri Layanan Prioritas bagi 76 Perusahaan Patuh Kepabeanan

Kepala Bea Cukai Batam menjelaskan program layanan prioritas bagi perusahaan patuh

BATAM — Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Kepulauan Riau, memberikan layanan prioritas kepada 76 perusahaan eksportir dan importir yang memenuhi parameter kepatuhan kepabeanan. Layanan itu diberikan melalui program Excellence Partners in Customs 100, yang dikenal dengan nama EPIC 100.

Program itu dijelaskan dalam Forum Konsultasi Publik di Batam pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kepala Bea Cukai Batam, Agung Widodo, menyampaikan bahwa EPIC 100 diperuntukkan bagi importir dan eksportir yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi terhadap regulasi kepabeanan, berdasarkan parameter yang terukur.

Dari sekitar 1.500 perusahaan ekspor dan impor di Batam pada 2026, baru 76 perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut. Meski jumlahnya relatif kecil, ke-76 perusahaan itu menguasai sekitar 50 persen dari sisi devisa, serta berkontribusi pada kisaran 42 hingga 48 persen penerimaan negara yang mencakup bea masuk, bea keluar, dan pajak dalam rangka impor.

Penilaian kepatuhan dilakukan berdasarkan empat parameter. Parameter pertama adalah kepatuhan terhadap sanksi administrasi, parameter kedua tidak adanya pelanggaran dalam masa penilaian enam bulan, parameter ketiga izin usaha yang masih aktif, dan parameter keempat pemenuhan ketentuan kuota. Keempat parameter itu membuat penilaian peserta menjadi lebih objektif.

Agung menjelaskan bahwa EPIC 100 bukan program baru, melainkan evaluasi atas pelaksanaan tahun sebelumnya dengan menggunakan parameter-parameter tersebut. Tujuannya adalah membuat penilaian peserta lebih objektif dan dapat diterapkan pada seluruh pelaku usaha ekspor dan impor. Pendaftaran tetap terbuka bagi seluruh pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.

Perusahaan yang terpilih mendapatkan tiga layanan prioritas. Layanan pertama adalah penanganan kendala sistem Customs-Excise Information System and Automation, layanan kedua pemeriksaan kepabeanan, dan layanan ketiga pemeriksaan dokumen kepabeanan. Ketiga layanan itu dirancang untuk memperlancar kegiatan ekspor dan impor perusahaan yang patuh.

Pada 2026, layanan itu ditambah dengan layanan Dedicated Client Coordinator, yang membantu perusahaan menangani kendala ekspor dan impor. Layanan ini merupakan pengembangan dari mekanisme sebelumnya yang hanya berfokus pada penanganan gangguan. Dengan koordinator khusus, persoalan yang berkaitan dengan perubahan regulasi atau sistem yang belum menyesuaikan ketentuan baru dapat ditindaklanjuti dengan cepat melalui koordinasi dengan kantor pusat dan unit terkait, sehingga hambatan usaha bisa diselesaikan lebih cepat dan kegiatan ekspor impor di Batam berjalan lebih lancar. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Emi Ludiyanto, menjelaskan program itu dalam forum yang sama.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Bea Cukai Batam memberi layanan prioritas kepada 76 perusahaan eksportir dan importir lewat program EPIC 100.
  • Dari sekitar 1.500 perusahaan ekspor impor di Batam pada 2026, baru 76 yang memenuhi kriteria kepatuhan.
  • Ke-76 perusahaan itu menguasai sekitar 50 persen devisa dan berkontribusi 42 hingga 48 persen penerimaan negara dari bea dan pajak impor.
  • Penilaian menggunakan empat parameter, yakni sanksi administrasi, pelanggaran enam bulan, izin usaha aktif, dan ketentuan kuota.
  • Layanan prioritas mencakup penanganan kendala sistem, pemeriksaan kepabeanan, pemeriksaan dokumen, dan layanan Dedicated Client Coordinator.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *