Banjir dan longsor melanda sembilan kabupaten dan kota di Sumatera Utara akibat hujan deras dengan intensitas tinggi. Peristiwa yang terjadi sejak 27 hingga 28 Oktober 2026 itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun ratusan warga terpaksa mengungsi.
Sembilan daerah yang terdampak adalah Kabupaten Deliserdang, Kota Binjai, Kota Medan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Langkat, Padanglawas Utara, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Asahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara mendata dampak di masing-masing daerah dan mengoordinasikan penanganan darurat.
Di Kota Medan, ketinggian air mencapai 20 sentimeter hingga 150 sentimeter. Data sementara mencatat 603 orang mengungsi di beberapa titik, antara lain masjid-masjid dan kantor lurah yang dijadikan tempat penampungan. Di Deliserdang, longsor terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026, sementara banjir melanda sejak hari yang sama, termasuk kerusakan tanggul Sungai Sei Putih di Desa Punden Rejo Dusun II.
Banjir dan genangan juga dilaporkan di Binjai sejak 28 Oktober 2026, serta di Mandailing Natal sejak malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB. Di Tapanuli Selatan, longsor terjadi di jalan lintas Sipirok-Tarutung. Di Padanglawas Utara, longsor terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB, sedangkan di Simalungun longsor terjadi pada Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 22.00 WIB.
Di Kabupaten Asahan, longsor melanda Desa Silau Jawa dan Desa Sei Kopas di Kecamatan BP Mandoge. Dua titik badan jalan di Dusun V dan Dusun IX Desa Sei Kopas berpotensi terputus apabila longsor kembali terjadi, sehingga akses warga perlu diantisipasi.
Kepala Bidang Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan data pengungsian dan ketinggian air di Medan sebagai gambaran dampak terbesar di wilayah perkotaan. Aparat dan pemerintah daerah terus memantau kondisi lapangan mengingat hujan deras masih berpotensi terjadi.
Apa poin penting dari berita ini?
- Banjir dan longsor melanda sembilan kabupaten dan kota di Sumatera Utara akibat hujan deras intensitas tinggi sejak 27 hingga 28 Oktober 2026.
- Tidak ada korban jiwa, tetapi 603 orang mengungsi di Kota Medan.
- Ketinggian air di Medan mencapai 20 sentimeter hingga 150 sentimeter.
- Longsor terjadi di Deliserdang, Tapanuli Selatan, Padanglawas Utara, Simalungun, dan Asahan.
- Dua titik badan jalan di Desa Sei Kopas, Asahan, berpotensi terputus bila longsor kembali terjadi.


