Sebanyak 100 tangki air bersih gratis tiba di desa-desa Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang dilanda kekeringan. Bantuan itu disalurkan dalam rangka Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), dan pembagiannya berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, dari Menteri Imipas Agus Andrianto.
Penyaluran mencakup 100 tangki untuk 31 desa di 17 kecamatan terdampak. Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, menjadi salah satu penerima. Desa tersebut mendapat 20 tangki yang disalurkan secara bertahap mulai hari yang sama. Warga menyambut bantuan itu dengan antusias karena sumur-sumur rumah mereka sudah kering sekitar enam bulan.
Suryani, warga Karangkemiri, mengaku biasanya harus mengeluarkan Rp25.000 per hari untuk air bersih keluarga. Ia membutuhkan lima jeriken setiap hari dengan harga Rp5.000 per jeriken. Saat bantuan datang, ia membawa sekitar 10 jeriken yang diperkirakan cukup untuk tiga hari, dan menyebut bantuan itu sangat membantu untuk memasak, mandi, dan mencuci.
Selama kekeringan, warga mengandalkan sumber air alternatif yang jaraknya lebih dari dua kilometer. Sumber itu berupa embung dan Kali Pejaten. Bila tidak ada penyaluran bantuan, warga harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih bagi kebutuhan sehari-hari.
Warga lainnya, Sutilah, menggambarkan rutinitas yang sama. Ia pergi ke embung atau Kali Pejaten ketika tidak ada penyaluran bantuan, dan bergegas mengantre begitu bantuan tiba. Jarak yang jauh dan antrean panjang menjadi gambaran betapa beratnya kekeringan yang dialami warga Cilacap.
Koordinator Wilayah Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan dan Cilacap, yang juga Kepala Lapas Batu Nusakambangan, Irfan, menjadi juru bicara dalam kegiatan penyaluran tersebut. Kehadiran jajaran Imipas di lapangan menunjukkan bantuan ini merupakan bagian dari bakti sosial kementerian kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Kekeringan berkepanjangan tidak hanya menyulitkan pemenuhan air minum dan mandi, tetapi juga memengaruhi sanitasi dan kesehatan keluarga. Air bersih menjadi kebutuhan dasar yang bila terganggu, seluruh aktivitas rumah tangga ikut terhambat.
Bantuan 100 tangki itu menjadi penopang sementara bagi warga sambil menunggu musim hujan tiba. Warga berharap penyaluran serupa terus berlanjut selama sumur mereka belum kembali berisi air.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sebanyak 100 tangki air bersih gratis disalurkan ke 31 desa di 17 kecamatan terdampak kekeringan di Cilacap.
- Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, menerima 20 tangki yang disalurkan secara bertahap mulai 28 Oktober 2026.
- Warga biasanya mengeluarkan Rp25.000 per hari untuk air bersih karena sumur kering sekitar enam bulan.
- Sumber air alternatif berupa embung dan Kali Pejaten berjarak lebih dari dua kilometer dari permukiman.


