Wednesday, 28 October 2026
Nanggroe

Polri Masih Memburu Dua Buron Laboratorium Sabu 1,2 Ton di Aceh

Polri Masih Memburu Dua Buron Laboratorium Sabu 1,2 Ton di Aceh

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri masih memburu dua orang yang diduga terkait dengan laboratorium sabu seberat 1,2 ton di Aceh. Keduanya belum tertangkap hingga konferensi pers yang digelar di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/10/2026).

Dua orang yang masih dicari itu berinisial ES dan JM. ES diduga berperan sebagai pendana, sedangkan JM yang merupakan warga Pidie diduga menjadi pengendali laboratorium tersebut. Keterangan mengenai peran keduanya diperoleh penyidik dari tersangka lain yang sudah diperiksa.

Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Zulkarnain, menjelaskan bahwa ES diduga memerintahkan pembelian berbagai perlengkapan ke Medan. Perlengkapan itu antara lain mesin cuci dan kompor yang diduga dipakai untuk memproduksi sabu.

Sebelum konferensi pers itu, sepuluh tersangka yang terkait dengan kasus yang sama sudah dibawa ke Bareskrim pada malam 27 Oktober 2026. Penangkapan para tersangka itu menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk menelusuri jaringan yang lebih luas, termasuk dua orang yang kini masih buron.

Laboratorium yang dimaksud dikenal dengan sebutan Blue Ice, merujuk pada sabu yang diproduksi di dalamnya. Jumlah barang yang terkait dengan jaringan ini mencapai 1,2 ton, sehingga kasus ini menjadi salah satu pengungkapan narkoba terbesar yang ditangani Bareskrim pada tahun ini.

Zulkarnain menegaskan pencarian terhadap ES dan JM masih terus dilakukan. Penyidik masih mengembangkan keterangan para tersangka untuk memastikan keberadaan kedua buron itu dan menutup seluruh jaringan laboratorium sabu di Aceh.

Siapa dua orang yang masih dicari dalam kasus laboratorium sabu di Aceh?
Bareskrim Polri masih mencari dua orang berinisial ES dan JM. Berdasarkan keterangan penyidik yang dimuat dalam artikel, ES diduga berperan sebagai pendana, sedangkan JM, warga Pidie, diduga mengendalikan laboratorium. Keduanya masih berstatus orang yang dicari pada saat konferensi pers 27 Oktober 2026; dugaan peran tersebut belum merupakan putusan pengadilan.
Bagaimana perkembangan penyidikan kasus laboratorium sabu tersebut?
Penyidik telah membawa sepuluh tersangka ke Bareskrim sebelum konferensi pers pada 27 Oktober 2026. Keterangan mereka digunakan untuk menelusuri jaringan yang lebih luas, termasuk keberadaan ES dan JM. Artikel menyebut laboratorium yang ditangani dikenal sebagai Blue Ice dan terkait dengan barang bukti dalam jumlah besar.

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri masih memburu dua orang yang diduga terkait dengan laboratorium sabu seberat 1,2 ton di Aceh.
  • ES diduga berperan sebagai pendana, sedangkan JM yang merupakan warga Pidie diduga menjadi pengendali laboratorium tersebut.
  • Sebelum konferensi pers itu, sepuluh tersangka yang terkait dengan kasus yang sama sudah dibawa ke Bareskrim pada malam 27 Oktober 2026.
  • Jumlah barang yang terkait dengan jaringan ini mencapai 1,2 ton, sehingga kasus ini menjadi salah satu pengungkapan narkoba terbesar yang ditangani Bareskrim pada tahun ini.
  • Siapa dua orang yang masih dicari dalam kasus laboratorium sabu di Aceh?

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *