Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

Perawatan Estetika Kini Fokus Regenerasi Kolagen, Bukan Sekadar Tambah Volume

Perawatan Estetika Kini Fokus Regenerasi Kolagen, Bukan Sekadar Tambah Volume

Perawatan estetika tidak selalu harus menghasilkan perubahan wajah yang terlihat drastis. Pendekatan yang mengutamakan kualitas kulit, kekencangan, serta hasil yang tampak natural kini menjadi salah satu pilihan dalam perawatan kecantikan, dengan perhatian tidak hanya pada hasil instan tetapi juga pada perawatan bertahap untuk menjaga kualitas kulit seiring bertambahnya usia.

Salah satu metode yang digunakan dalam estetika medis adalah collagen stimulator, yakni perawatan yang bertujuan merangsang pembentukan kolagen baru melalui proses alami tubuh. Metode ini menjadi bagian dari pendekatan regenerative aesthetics yang berfokus pada stimulasi jaringan kulit, bukan semata-mata menambah volume wajah.

Dokter estetika dari BMDERMA Clinic, dr. Latisha Lubianca M.Biomed (AAM), menjelaskan proses penuaan terjadi lebih dalam daripada sekadar kerutan di permukaan kulit. Oleh karena itu, kunci utama untuk mengatasi masalah ini ialah dengan merangsang kembali pembentukan kolagen di jaringan kulit.

Kolagen merupakan salah satu komponen penting yang membantu mempertahankan struktur, kekencangan, dan elastisitas kulit. Kolagen tipe I dan III berperan dalam membentuk kerangka penopang kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi dan kualitas kolagen dapat mengalami penurunan yang berkontribusi terhadap munculnya garis halus, kerutan, serta berkurangnya elastisitas kulit.

Dalam materi edukasi yang disampaikan BMDERMA Clinic, penurunan kolagen disebut dapat dimulai sejak pertengahan usia 20-an, dengan perkiraan sekitar 1-1,5 persen per tahun. Penurunan kolagen dan elastin secara bertahap dapat menyebabkan kulit terlihat lebih kendur, tekstur menjadi kurang merata, serta kontur wajah mengalami perubahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan berkembangnya perawatan estetika yang berfokus pada stimulasi pembentukan kolagen.

Berbeda dengan produk perawatan kulit yang diaplikasikan pada permukaan, prosedur collagen stimulator dilakukan melalui tindakan medis untuk memberikan stimulasi pada jaringan kulit. Salah satu bahan yang digunakan adalah Poly-L-Lactic Acid (PLLA), yang bekerja melalui respons jaringan setelah disuntikkan ke area perawatan. Cara kerja ini berbeda dengan dermal filler berbahan dasar hyaluronic acid yang umumnya digunakan untuk memberikan tambahan volume, karena PLLA ditujukan untuk merangsang pembentukan kolagen baru atau neocollagenesis.

Pendekatan regeneratif ini menegaskan bahwa perawatan estetika kini tidak lagi melulu soal mengubah bentuk wajah, melainkan soal memperbaiki kualitas jaringan kulit dari dalam. Karena prosedurnya bersifat medis, siapa pun yang tertarik perlu memahami cara kerja, manfaat, dan risikonya melalui konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten, bukan sekadar mengikuti tren yang beredar.

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Perawatan estetika tidak selalu harus menghasilkan perubahan wajah yang terlihat drastis.
  • Metode ini menjadi bagian dari pendekatan regenerative aesthetics yang berfokus pada stimulasi jaringan kulit, bukan semata-mata menambah volume wajah.
  • Kolagen merupakan salah satu komponen penting yang membantu mempertahankan struktur, kekencangan, dan elastisitas kulit.
  • Seiring bertambahnya usia, produksi dan kualitas kolagen dapat mengalami penurunan yang berkontribusi terhadap munculnya garis halus, kerutan, serta berkurangnya elastisitas kulit.
  • Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan berkembangnya perawatan estetika yang berfokus pada stimulasi pembentukan kolagen.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *