Delegasi bisnis Nigeria berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menjajaki kerja sama strategis, salah satunya potensi pertanian di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu. Kunjungan tersebut diterima Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Kabupaten Banyuwangi pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Selama dua hari di Banyuwangi, delegasi bisnis Nigeria itu mengunjungi sejumlah lokasi penghasil komoditas unggulan, di antaranya Perkebunan Kopi Alas Malang di Kalibaru, perkebunan buah naga di Purwoharjo, industri beras organik, hingga industri gula Glenmore.
Ipuk mengemukakan kerja sama ini akan menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha dan UMKM Banyuwangi untuk menembus pasar ekspor, khususnya Nigeria. “Delegasi bisnis Nigeria ini sangat tertarik dengan komoditas kopi dan buah naga Banyuwangi. Mereka juga berniat meminta pelaku usaha Banyuwangi berangkat ke Nigeria untuk pengembangan dan peningkatan kopi dan buah naga di sana,” kata Ipuk.
Menariknya, delegasi tersebut juga tertarik dengan manajemen pengelolaan sampah Banyuwangi saat berkunjung ke TPS3R Balak. Artinya, yang dilirik bukan hanya komoditas pertanian, tetapi juga praktik pengelolaan lingkungan yang dinilai berhasil di daerah tersebut.
President Nigerian Indonesian Chamber of Commerce and Industry (NICCI), Ishmael Balogun, mengungkapkan Nigeria saat ini menjadi mitra dagang nomor satu Indonesia di benua Afrika. “Berbagai produk dari Indonesia seperti fast moving consumer goods (FMCG), clothing, farmasi hingga elektronik masuk ke pasar Nigeria,” katanya.
Ishmael menyampaikan Indonesia dan Nigeria telah menjalin hubungan yang strategis, dan Nigeria sendiri menjadi mitra ekonomi terbesar Indonesia di Afrika. Pihaknya terus mengeksplorasi berbagai potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dari Indonesia, salah satunya dengan Banyuwangi.
“Kami melihat keberhasilan Banyuwangi dalam mengelola sumber dayanya, kami ingin membuka koridor perdagangan baru, mengeksplorasi komoditas unggulan baik pertanian, perikanan hingga pariwisata Banyuwangi,” katanya.
Kunjungan ini masih tahap penjajakan, sehingga belum ada nilai kontrak maupun jadwal pengiriman yang diumumkan. Namun, sinyalnya jelas: Banyuwangi diposisikan sebagai etalase komoditas daerah yang siap masuk pasar Afrika, dan tindak lanjutnya akan menentukan apakah ketertarikan itu berubah menjadi kerja sama dagang yang nyata.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Delegasi bisnis Nigeria berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menjajaki kerja sama strategis, salah satunya potensi pertanian di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
- Selama dua hari di Banyuwangi, delegasi bisnis Nigeria itu mengunjungi sejumlah lokasi penghasil komoditas unggulan, di antaranya Perkebunan Kopi Alas Malang di Kalibaru, perkebunan buah naga di Purwoharjo, industri beras organik, hingga industri gula Glenmore.
- Mereka juga berniat meminta pelaku usaha Banyuwangi berangkat ke Nigeria untuk pengembangan dan peningkatan kopi dan buah naga di sana,” kata Ipuk.
- President Nigerian Indonesian Chamber of Commerce and Industry (NICCI), Ishmael Balogun, mengungkapkan Nigeria saat ini menjadi mitra dagang nomor satu Indonesia di benua Afrika.
- Ishmael menyampaikan Indonesia dan Nigeria telah menjalin hubungan yang strategis, dan Nigeria sendiri menjadi mitra ekonomi terbesar Indonesia di Afrika.


