JAKARTA — Tiga atlet panjat tebing Indonesia menembus peringkat tiga besar dunia pada peringkat World Climbing 2026. Capaian itu didasarkan pada akumulasi poin yang dikumpulkan sepanjang berbagai ajang World Climbing 2026.
Kepastian capaian tersebut disampaikan pelatih kepala tim nasional panjat tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, dalam keterangan di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Di nomor lead putra, Putra Tri Ramadani yang akrab disapa Srondeng menempati peringkat kedua dunia dengan 3.370 poin. Peringkat pertama ditempati Neo Suzuki dari Jepang dengan 4.405 poin, sedangkan peringkat ketiga diraih Alberto Gines Lopez dari Spanyol dengan 3.340 poin.
Di nomor speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari Bali juga menempati peringkat kedua dunia dengan 3.370 poin. Pemimpin peringkat speed putri adalah Emma Hunt dari Amerika Serikat dengan 3.656 poin, diikuti Polina Khalkevych dari Ukraina di peringkat ketiga dengan 3.075 poin.
Sementara itu, di nomor speed putra, Antasyafi Robby Al Hilmi menempati peringkat ketiga dunia dengan 3.426 poin. Peringkat pertama dipegang Ryo Omasa dari Jepang dengan 3.600 poin, dan peringkat kedua ditempati Yicheng Zhao dari China dengan 3.485 poin. Atlet Indonesia lainnya, Raharjati Nursamsa, berada di peringkat keempat dengan 3.005 poin.
Capaian tiga besar dunia ini menjadi modal penting menuju target berikutnya. Tahun 2027 disebut sebagai masa kualifikasi yang krusial menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Desak Made Rita menegaskan target utamanya adalah lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028 dan meraih medali emas di sana. Target itu menunjukkan bahwa peringkat dunia saat ini bukan titik akhir, melainkan pijakan menuju panggung terbesar olahraga dunia.
Foto ilustrasi: Pexels (Brett Sayles)


