Wednesday, 28 October 2026
Nanggroe

Satgas PRR Kebut Rehab Sawah Bireuen, Target Tanam Kembali Pertengahan Desember 2026

Satgas PRR Kebut Rehab Sawah Bireuen, Target Tanam Kembali Pertengahan Desember 2026

BIREUEN — Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Aceh bersama Satgasnas meninjau langsung lokasi rehabilitasi lahan sawah di Desa Buket Panyang dan Desa Pante Baro, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, pada 21–22 Oktober 2026. Peninjauan itu merupakan bagian dari pemantauan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk PRR) Pascabencana Sumatera 2026–2028, dan laporannya disampaikan kepada Ketua Satgas PRR Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Di Desa Buket Panyang, tim memantau rehabilitasi seluas 26 hektare, sedangkan di Desa Pante Baro seluas 6,9 hektare. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengerukan dan perataan endapan banjir, pembersihan saluran irigasi tersier, serta penggalian saluran irigasi yang tertimbun lumpur. Kegiatan yang didukung pendanaan Kementerian Pertanian itu ditargetkan rampung pada awal Desember 2026 agar lahan bisa ditanami kembali pada pertengahan Desember 2026.

Rehabilitasi ini memulihkan lahan pangan yang rusak akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Di Kabupaten Bireuen, sekitar 4.731 hektare sawah tercatat rusak, terdiri atas 2.736 hektare rusak ringan, 677 hektare rusak sedang, dan 1.323 hektare rusak berat. Sekitar 1.019 hektare dari lahan rusak berat diusulkan ditangani sebagai lahan rusak sedang dan sedang memasuki tahap kontrak dengan TNI.

Di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng secara keseluruhan, penanganan mencakup 238 hektare. Lahan yang sudah pulih diperkirakan memiliki produktivitas panen 6–7 ton per hektare dengan indeks pertanaman 1,5 hingga 2 kali per tahun. Sementara itu, sekitar 1.000 hektare sudah ditanami jagung oleh petani, dengan perkiraan panen pada akhir November 2026.

Persoalan yang masih tersisa adalah kerusakan jaringan irigasi primer, terutama Bendungan Pante Lhong dan irigasi yang bersumber dari Sungai Krueng Peusangan. Hal ini penting karena sekitar 99 persen warga di kawasan itu menggantungkan hidup pada pertanian. Rapat koordinasi tindak lanjut telah digelar di Kantor Bupati Bireuen pada Kamis, 22 Oktober 2026, bersama Wakil Bupati Bireuen Razuardi, Ketua Tim Satgas PRR Wilayah Aceh Imran, perwakilan Itjen Kemendagri, Sekdakab Bireuen, dan kepala SKPK Pemkab Bireuen.

“Setiap hektare lahan yang tertunda adalah masa depan keluarga petani yang tertunda pula,” kata Tito, yang meminta hambatan irigasi segera dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait.

Foto: Waspada Aceh

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *