Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Komisi Informasi Pusat menggelar program Digiclass untuk siswa Sekolah Rakyat. Program ini membekali peserta dengan enam keterampilan utama: literasi keuangan, kreativitas lewat perangkat digital dan kecerdasan buatan, kecakapan hidup, kompetensi digital, berpikir kritis, serta kepemimpinan sebagai agen perubahan.
Kegiatan tersebut digelar di Jakarta pada Selasa, 27 Oktober 2026. Lewat Digiclass, siswa diajak belajar mengelola uang secara bertanggung jawab dan memakai internet secara aman, termasuk mengenali modus penipuan keuangan digital yang makin marak.
Mengapa pelatihan ini digelar untuk siswa Sekolah Rakyat? Karena kelompok muda adalah garda terdepan transformasi digital, sekaligus kelompok yang paling rentan menjadi korban penipuan. Data Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat hampir 80.000 laporan penipuan keuangan dengan kerugian mencapai Rp1,7 triliun hingga Maret 2025, sehingga literasi keuangan digital sejak bangku sekolah dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar.
Selain soal uang, Digiclass juga melatih siswa berpikir kritis dan kreatif: memanfaatkan perangkat digital dan kecerdasan buatan untuk berkarya, memilah informasi, serta memimpin perubahan kecil di lingkungannya. Tujuannya bukan sekadar bisa memakai gawai, melainkan mandiri secara finansial dan tangguh menghadapi ekosistem keuangan digital.
Program ini menjadi bagian dari upaya OJK menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah timur Indonesia, agar transformasi digital sektor keuangan berjalan merata. Bagi siswa Sekolah Rakyat, bekal ini diharapkan menjadi modal awal untuk mengelola keuangan, menghindari jerat penipuan, dan membuka peluang ekonomi di masa depan.


