Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyatakan titik kebakaran terbaru di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, telah padam. Pernyataan itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Lampung, Aswarodi, pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Kabar tersebut menjadi perkembangan terbaru dari kebakaran hutan dan lahan yang melanda TNWK sejak 22 September 2026. Hingga 25 Oktober 2026, tim gabungan masih mencatat sekitar 40 hektare lahan yang terbakar, dan pada 23 Oktober tim berhasil memadamkan api di sekitar 10,2 hektare.
Upaya pemadaman di TNWK melibatkan tim gabungan dari pengelola taman nasional, TNI, Polri, BPBD, mitra konservasi, dan warga setempat. Operasi darat didukung operasi udara: helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L milik BNPB melakukan dua sorti water bombing, sementara operasi modifikasi cuaca dengan pesawat Cessna Caravan menebar 1.000 kilogram garam (NaCl) pada tiap sorti di atas kawasan TNWK dan Lampung Barat.
Mengapa pemadaman di TNWK begitu sulit? Karena vegetasi kering yang rapat, angin kencang, akses lokasi yang sulit, dan sumber air yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik api. Sifat lahan gambut membuat api bisa bertahan di bawah permukaan dan muncul kembali meski upaya pemadaman sebelumnya sudah dilakukan. Tim di lapangan dibagi menjadi empat regu untuk pemantauan drone, pemadaman di rawa gambut, penyaluran air dan pemasangan selang, serta penyiapan pasokan air dengan selang sepanjang sekitar tiga kilometer.
Padamnya titik kebakaran terbaru ini belum berarti seluruh pekerjaan selesai. Aparat dan tim gabungan tetap disiagakan untuk memantau kemungkinan munculnya kembali titik api, terutama di lahan gambut, serta mengimbau masyarakat, petani, dan pelaku usaha di sekitar kawasan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.


