Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPw BI Kaltim) akan menggelar Mahakarya Etam Festival di Atrium Big Mall Samarinda pada 6–8 November 2026. Festival ini digelar untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui Wakil Kepala KPw BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto, Bank Indonesia menjelaskan bahwa festival ini menjadi wadah bagi UMKM binaan untuk memperluas pasar, memanfaatkan platform digital, dan menjangkau pasar ekspor. Upaya itu dijalankan melalui program Kaltimpreneurs, Digital Kaltimpreneurs, dan Export Kaltimpreneurs.
Rangkaian festival akan diisi pameran produk UMKM binaan, berbagai kompetisi, gelar wicara, serta hiburan dari Fiersa Besari dan Ada Band. Kombinasi pameran dan hiburan ini diharapkan menarik kunjungan masyarakat sekaligus membuka peluang transaksi bagi para pelaku usaha.
Mengapa festival ini penting bagi Kalimantan Timur? Karena potensi daerah ini tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada budaya, kreativitas, dan bakat masyarakatnya. UMKM yang naik kelas akan memperkuat fondasi ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja yang lebih luas.
Dukungan terhadap festival ini datang dari berbagai pihak. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi memastikan dukungan publikasi serta koordinasi jadwal pimpinan daerah. Sementara itu, kepolisian dan penyelenggara berkoordinasi mengenai kesiapan operasional dan pengamanan.
Panitia juga menyiapkan pos kesehatan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Kesehatan, mengingat kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di wilayah tersebut. Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya memastikan festival berjalan aman dan nyaman bagi pengunjung maupun pelaku usaha.
Mahakarya Etam Festival diharapkan menjadi momentum bagi UMKM Kalimantan Timur untuk memperluas jaringan, meningkatkan daya saing, dan menembus pasar yang lebih besar, termasuk pasar ekspor. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM daerah penyangga Ibu Kota Nusantara ini didorong tumbuh menjadi usaha yang mandiri dan berdaya saing.


