Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Aceh Tamiang menyisir desa-desa hingga hunian sementara (huntara) korban banjir untuk memastikan akurasi data pemilih. Penyisiran yang dipimpin Ketua Bawaslu Aceh Tamiang Imran itu antara lain menyasar Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru.
Kegiatan tersebut merupakan uji petik terhadap Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) dalam rangka Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Tujuannya menjaga agar data pemilih tetap akurat, menyusul perubahan yang terjadi setiap triwulan, seperti kematian, pemilih baru, pindah masuk, dan perubahan alamat.
Mengapa penyisiran ini penting? Karena data kependudukan menjadi dasar pemutakhiran data pemilih, sementara persoalan yang kerap ditemui adalah kematian warga yang belum dilaporkan oleh keluarga atau perangkat desa ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Akibatnya, nama warga yang sudah meninggal masih bisa tercatat dalam data kependudukan maupun data pemilih.
Angka yang dihimpun Bawaslu Aceh Tamiang menunjukkan data pemilih yang terus bergerak. Pada triwulan I April 2026 tercatat 219.159 pemilih, terdiri atas 109.220 laki-laki dan 109.939 perempuan. Pada triwulan II Juli 2026 jumlahnya menjadi 222.277 pemilih, dengan 110.808 laki-laki dan 111.469 perempuan.
Per triwulan III, per 29 September 2026, jumlah pemilih tercatat 223.452 orang, bertambah 1.175 orang dari triwulan II. Rinciannya 111.550 laki-laki atau 49,93 persen dan 111.902 perempuan atau 50,07 persen, tersebar di 12 kecamatan dan 216 desa di Kabupaten Aceh Tamiang.
Melalui uji petik ini, Bawaslu ingin memastikan setiap perubahan data benar-benar terpotret, terutama bagi warga penyintas banjir yang tinggal di huntara dan kemungkinan berpindah domisili. Pengawasan langsung ke lapangan menjadi cara untuk memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilih hanya karena datanya tidak termutakhirkan.
Bawaslu pun mengajak masyarakat proaktif memperbarui data kependudukannya, baik setelah pindah domisili maupun setelah ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Data yang akurat dan mutakhir menjadi fondasi bagi daftar pemilih yang dapat dipercaya pada setiap tahapan pemilihan ke depan.


