JAKARTA — Danantara Indonesia mendorong pengembangan industri hilir nikel melalui kemitraan investasi dengan investor strategis dari berbagai negara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.
Managing Director Global Relations and Communications Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengatakan, melalui Danantara Investment Management (DIM), pihaknya dapat mencari mitra yang memiliki keahlian untuk mengembangkan fasilitas produksi dan berinvestasi bersama di Indonesia.
Pahala mencontohkan upaya hilirisasi yang dilakukan MIND ID Group melalui sejumlah entitasnya, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Ketiga entitas tersebut menjalankan pengembangan industri hilir dengan menggandeng calon investor maupun investor dari berbagai negara.
Pengembangan hilirisasi nikel mencakup berbagai tahapan produksi yang saling terhubung, mulai dari pengolahan nikel menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP) dan nikel sulfat hingga produksi katoda, sel baterai, dan paket baterai. Pengembangan rantai produksi tersebut membutuhkan investasi pada berbagai tahapan agar ekosistem industri baterai dapat terbentuk secara terintegrasi.
Upaya ini juga sejalan dengan pertemuan CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani dengan Chairman Tsingshan Holding Group Xiang Guangda di China, yang membahas pengembangan industri nikel, baja tahan karat, dan peluang pendalaman hilirisasi di Indonesia. Tsingshan memiliki basis industri di Morowali dan Weda Bay, dan menyatakan kesiapan berpartisipasi dalam program pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt yang digagas Danantara.
Dengan menggandeng mitra global yang memiliki keahlian dan modal, Danantara berharap hilirisasi nikel tidak berhenti pada smelter, tetapi berlanjut menjadi ekosistem industri bernilai tambah tinggi di dalam negeri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Foto ilustrasi: Republika


