Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution, menginstruksikan agar dilakukan pencegahan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kepulauan Nias menjelang Natal dan Tahun Baru. Instruksi itu disampaikan saat agenda Berkantor di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Rabu, 28 Oktober 2026, sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kebutuhan pada masa libur akhir tahun.
Setibanya di Bandara Binaka Gunungsitoli, Gubernur beserta rombongan pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut langsung diajak mengunjungi PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Gunungsitoli. Langkah ini memastikan kesiapan terminal tersebut dalam menyediakan BBM di lima kabupaten/kota se-Kepulauan Nias menghadapi akhir tahun.
Mengapa pencegahan kelangkaan BBM menjadi penting? BBM adalah urat nadi kehidupan di Nias: ia menggerakkan transportasi darat dan laut, menghidupkan mesin-mesin usaha kecil, serta menjadi sumber energi bagi sebagian pembangkit dan fasilitas pelayanan. Bila BBM langka, harga barang ikut naik, aktivitas warga terhambat, dan perayaan Natal dan Tahun Baru yang seharusnya penuh sukacita justru dibayangi antrean panjang di stasiun pengisian.
Saat ini proses distribusi BBM di Kepulauan Nias mengalami pengurangan karena pembatasan tonase mobil tangki akibat proyek infrastruktur yang sedang berlangsung, baik milik pemerintah provinsi maupun Kementerian Pekerjaan Umum. Selain itu, bencana tanah longsor di Kepulauan Nias turut mengganggu distribusi. Gubernur menjelaskan bahwa pengerjaan jembatan penghubung utama yang sedang dikerjakan serta longsor membuat tonase yang bisa dilewati dibatasi, sehingga kendaraan pengangkut BBM menjadi kurang.
Bagaimana pencegahan itu dilakukan? Gubernur berharap PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Gunungsitoli melakukan langkah alternatif sementara agar pendistribusian BBM di Kepulauan Nias tidak terganggu, sambil menunggu penanganan permanen. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak terminal agar tonase BBM bisa kembali normal seperti semula, dengan harapan secepat-cepatnya menghadapi Natal dan Tahun Baru di bulan November kendaraan sudah normal kembali sehingga distribusi ke SPBU-SPBU menjadi optimal.
Instruksi Gubernur ini juga menjadi pengingat bahwa ketahanan pasokan energi di wilayah kepulauan tidak bisa ditangani dengan pola yang sama seperti di daratan. Perencanaan yang lebih awal, cadangan yang lebih besar, dan jalur distribusi alternatif perlu menjadi bagian dari kesiapsiagaan rutin menjelang setiap periode libur panjang. Bila instruksi pencegahan ini dijalankan dengan pengawasan yang ketat, pasokan energi di kepulauan itu dapat terjaga sepanjang masa libur akhir tahun.
Apa poin penting dari berita ini?
- Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menginstruksikan pencegahan kelangkaan BBM di Kepulauan Nias menjelang Natal dan Tahun Baru.
- Instruksi disampaikan saat agenda Berkantor di Kepulauan Nias, Rabu, 28 Oktober 2026, diawali kunjungan ke Fuel Terminal Gunungsitoli.
- Terminal itu memastikan kesiapan pasokan BBM bagi lima kabupaten/kota se-Kepulauan Nias menghadapi akhir tahun.
- Distribusi BBM berkurang karena pembatasan tonase mobil tangki akibat proyek infrastruktur dan tanah longsor, termasuk pengerjaan jembatan penghubung utama.
- Gubernur meminta langkah alternatif sementara dan berkoordinasi agar tonase kembali normal sehingga distribusi ke SPBU optimal.


