Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

IDAI Ingatkan Orang Tua Kenali Gejala Jantung Bawaan pada Anak Sejak Dini

IDAI Ingatkan Orang Tua Kenali Gejala Jantung Bawaan pada Anak Sejak Dini

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pemahaman tentang penyakit jantung bawaan pada anak, termasuk mengenali gejalanya sejak dini. Imbauan itu disampaikan Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI, Rizky Adriansyah, di Palembang, Selasa, 27 Oktober 2026, dalam pertemuan ilmiah ke-14 IDAI.

Rizky menekankan pentingnya edukasi kesehatan dan buku panduan bagi orang tua, serta pemeriksaan kehamilan secara rutin. Pembentukan jantung terjadi pada masa awal kehamilan dan hampir selesai pada empat minggu setelah pembuahan, yaitu saat banyak ibu baru menyadari kehamilannya. Karena itu, menjaga kesehatan dan asupan nutrisi sejak mempersiapkan kehamilan menjadi langkah penting.

Penyakit jantung bawaan adalah kelainan pada struktur jantung atau pembuluh darah besar yang terbentuk selama perkembangan janin. Bentuknya beragam, mulai dari lubang pada sekat jantung, gangguan katup, hingga kelainan susunan pembuluh darah besar. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahun.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain bayi mudah lelah saat menyusu, napas memburu atau cepat, berat badan sulit naik, serta warna kulit kebiruan. Pada anak yang lebih besar, gejalanya bisa berupa mudah sesak saat beraktivitas atau berolahraga, pingsan saat berolahraga, dan pembengkakan pada kaki atau sekitar mata. Sebagian kelainan ringan bahkan tidak menimbulkan gejala hingga anak tumbuh besar.

Mengapa deteksi dini begitu penting? Karena waktu yang tepat untuk tindakan berbeda-beda menurut jenis dan berat-ringannya kelainan. Ada kelainan yang memerlukan operasi atau intervensi kateter segera setelah lahir, tetapi ada pula yang cukup dipantau hingga anak dewasa. Saat ini, hampir semua tipe penyakit jantung bawaan dapat dikoreksi melalui operasi maupun intervensi kateter.

Faktor risiko yang dilaporkan meningkatkan kemungkinan kelainan ini antara lain paparan rokok saat kehamilan, konsumsi obat-obatan tertentu, infeksi pada kehamilan, diabetes melitus, serta sindrom atau kelainan genetik tertentu seperti sindrom Down. Meski sebagian besar penyebabnya belum diketahui pasti, pemantauan yang cermat sejak bayi lahir membantu dokter mencurigai kelainan ini lebih awal, misalnya dari bunyi jantung yang tidak normal.

IDAI mengajak orang tua untuk tidak menunda pemeriksaan bila menemukan tanda-tanda tersebut pada anak. Konsultasi ke dokter spesialis anak dan dokter spesialis jantung sejak dini memberi peluang terbaik bagi anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan tumbuh dengan kualitas hidup yang lebih baik.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *