Wednesday, 28 October 2026
Pendidikan

Enam Murid SLB Borong 6 Medali di Kompetisi Kuliner Internasional Malaysia

Enam Murid SLB Borong 6 Medali di Kompetisi Kuliner Internasional Malaysia

Enam murid sekolah luar biasa (SLB) asal Indonesia berhasil membawa pulang enam medali dari kompetisi kuliner internasional Battle of the Chefs (BOTC) 2026 yang berlangsung di Penang, Malaysia, pada 21–24 Oktober 2026. Delegasi Indonesia meraih empat medali perak dan dua medali perunggu dalam ajang tersebut.

Keenam murid itu adalah Keylla Almayra dari SLB Negeri 1 Bantul, Dinda Aprillia dari SLB Negeri Pembina Palembang, Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Charisya Apta Maydian Aglind dari SLB Negeri Semarang, Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang, dan Andi Ismira Aulia dari SLB Negeri Tanjung Selor. Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan.

Kompetisi Battle of the Chefs telah diselenggarakan di Penang sejak 1988. Pada edisi spesial ke-20 ini, ajang tersebut melibatkan lebih dari 2.000 koki dan profesional kuliner dari lebih dari 20 negara, dengan sekitar 90 kelas kompetisi dalam kategori Young Chefs dan Master Chefs. Para murid Indonesia berkompetisi di tengah persaingan internasional yang ketat.

Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah kue bertingkat dua bertema bunga yang dibuat Andi Ismira Aulia, yang akrab disapa Mira, bersama Hepi Vania Zendrato. Kue itu dihiasi keranjang dan beragam ornamen floral. Bagi Mira, ini adalah pertama kalinya ia mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional, dan pengalaman itu menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kemampuannya.

Mengapa capaian ini bermakna lebih dari sekadar medali? Karena keikutsertaan murid berkebutuhan khusus dalam kompetisi internasional merupakan bagian dari upaya menyediakan kesempatan yang setara. Melalui ajang ini, para murid mengembangkan keterampilan kuliner, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemandirian, sekaligus memperoleh pengakuan atas potensi yang mereka miliki.

Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreka) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rusprita Putri Utami, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang ini tidak semata-mata berorientasi pada raihan penghargaan. Prestasi ini menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan ruang yang inklusif bagi murid berkebutuhan khusus agar dapat menunjukkan kompetensi, mengembangkan kemandirian, dan memperoleh pengakuan atas potensi yang dimiliki.

Sebelum berkompetisi, para murid mendapatkan pembinaan melalui praktik langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kompetensi yang diuji, dengan didampingi guru pendamping. Capaian enam medali ini sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif dan bermutu bagi semua anak, tanpa terkecuali.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *