JAKARTA — Empat atlet para balap sepeda Indonesia melanjutkan perjuangan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 dengan tampil pada Kejuaraan Dunia UCI Para-cycling Track di Apeldoorn, Belanda, 29 Oktober hingga 1 November 2026. Mereka bertolak langsung dari Jepang ke Belanda seusai tampil pada Asian Para Games 2026.
Keempat atlet itu adalah Muhammad Fadli Imammuddin, Tifan Abid Alana, Sufyan Saori, dan Nur Fendi. Kejuaraan dunia di Apeldoorn menjadi ajang pengumpul poin kualifikasi dalam upaya mengamankan kuota Indonesia pada Paralimpiade 2028.
Pelatih para balap sepeda Indonesia, Rizan Setyo Nugroho, mengatakan timnya tidak memasang target medali pada kejuaraan ini. Level persaingan di kejuaraan dunia jauh lebih berat dibandingkan Asian Para Games, karena lawan-lawan yang dihadapi merupakan atlet kelas dunia.
“Kami tidak menargetkan medali karena lawan-lawan kami kelas dunia. Jadi kami berharap posisi terbaik untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya pada kejuaraan dunia ini,” ujar Rizan.
Strategi itu diambil agar Indonesia tetap punya peluang besar merebut kuota Paralimpiade. Setiap poin yang dikumpulkan di Apeldoorn akan menentukan posisi Indonesia dalam perburuan tiket menuju Los Angeles 2028.
Keikutsertaan keempat atlet tersebut juga menjadi kelanjutan pembinaan para balap sepeda nasional setelah Asian Para Games. Pengalaman bertanding melawan atlet-atlet terbaik dunia diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka dalam perjalanan panjang menuju Paralimpiade.


