Wednesday, 28 October 2026
Lingkungan

BMKG: Musim Hujan Mundur 20-30 Hari Akibat El Nino, Waspada Banjir dan Longsor

BMKG: Musim Hujan Mundur 20-30 Hari Akibat El Nino, Waspada Banjir dan Longsor

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan mundur 20 hingga 30 hari dari rata-rata klimatologis akibat pengaruh El Nino. Musim hujan diperkirakan berlangsung lebih singkat, tetapi intensitas hujannya tetap perlu diwaspadai.

“Musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, atau 20-30 hari, akibat pengaruh El Nino,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026.

Di sebagian wilayah, hujan diperkirakan mulai turun pada November, sedangkan di wilayah lain pada Desember. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember, Januari, dan Februari, tergantung wilayah. Penyebab mundurnya musim hujan adalah kombinasi El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan pada musim kemarau tahun ini, sehingga kekeringan meluas di sebagian wilayah Indonesia dan kebakaran hutan masih terjadi di beberapa daerah. Rendahnya kelembapan permukaan mengurangi penguapan yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

“Musim hujan juga akan terakumulasi cukup banyak dalam durasi yang lebih pendek, dengan sifat hujan normal. Jadi, kita harus bersiap mulai sekarang,” kata Faisal. Sifat hujan normal berarti jumlah hujan yang turun relatif sama dengan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, tetapi durasinya lebih pendek, sehingga hujan lebat dapat terkonsentrasi dalam waktu singkat.

“Ini yang perlu kita waspadai karena sifat hujannya normal, artinya berdasarkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, jumlah hujan yang turun relatif sama, tetapi durasinya lebih pendek. Untuk akhir tahun ini hingga awal tahun depan, bencana hidrometeorologi basah perlu kita waspadai bersama,” ujarnya.

Untuk mempercepat pembentukan awan hujan di titik prioritas kebakaran, BMKG bersama BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Tengah, potensi pertumbuhan awan disebut cukup tinggi selama lima hari ke depan sejak pernyataan itu disampaikan, sedangkan di Sumatera Selatan potensi tinggi dimulai keesokan harinya selama lima hari berikutnya.

Foto ilustrasi: CNN Indonesia

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *