Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

Benarkah Rutinitas Ibadah Membuat Tubuh Lebih Rileks? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Benarkah Rutinitas Ibadah Membuat Tubuh Lebih Rileks? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Di tengah aktivitas yang padat, tubuh dan pikiran terkadang membutuhkan jeda untuk beristirahat. Bagi sebagian orang, rutinitas ibadah menjadi salah satu cara mengambil jeda itu: berdoa, membaca kitab suci, berzikir, atau menjalankan shalat memberi waktu untuk memusatkan perhatian dan menjauh sejenak dari kesibukan.

Lantas, benarkah rutinitas ibadah bisa membantu tubuh lebih rileks? Sejumlah penelitian mengenai praktik spiritual dan meditasi menunjukkan adanya potensi manfaat terhadap stres dan kecemasan. Namun, efeknya bergantung pada jenis praktik, kondisi individu, dan cara menjalaninya, sehingga tidak bisa digeneralisasi untuk semua orang.

Stres merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan. Dalam situasi tertentu, tubuh dapat mengalami peningkatan detak jantung, ketegangan otot, dan perubahan pola pernapasan. Ketika tekanan itu berlangsung terus-menerus tanpa jeda, tubuh tidak mendapat kesempatan untuk pulih.

Di sinilah rutinitas ibadah dapat berperan sebagai jeda. Ketika seseorang berdoa atau beribadah dengan tenang, perhatian dialihkan dari sumber tekanan menuju aktivitas yang dianggap bermakna. Penghentian sejenak dari pekerjaan yang menuntut perhatian terus-menerus itu memberi kesempatan bagi tubuh untuk mengatur kembali pernapasan dan ketegangan.

Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine pada 2014 menganalisis 47 uji klinis dengan total 3.515 peserta. Hasilnya menunjukkan program meditasi berbasis perhatian penuh atau mindfulness memiliki potensi membantu mengurangi gejala stres dan kecemasan pada sebagian peserta.

Temuan tersebut tidak secara langsung membuktikan bahwa semua bentuk ibadah memberikan efek yang sama. Namun, hasilnya memberi gambaran bahwa aktivitas yang melibatkan pemusatan perhatian dan ketenangan dapat membantu sebagian orang merasa lebih rileks.

Para ahli menekankan pentingnya membedakan antara jeda yang menenangkan dan beban baru. Ibadah yang dijalankan dengan tenang dan tanpa tekanan cenderung memberi ruang pemulihan, sementara praktik yang dijalankan dengan rasa bersalah atau keterpaksaan justru bisa menambah beban pikiran.

Kuncinya, rutinitas ibadah dapat menjadi salah satu cara merawat kesehatan mental sehari-hari bila dijalani dengan sadar dan tenang. Namun, bila stres sudah mengganggu aktivitas, tidur, atau kesehatan fisik secara berkepanjangan, bantuan tenaga kesehatan profesional tetap menjadi langkah yang dianjurkan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *