Wednesday, 28 October 2026
Nasional

Merapi Masih Siaga Level 3, BPPTKG Minta Warga Jauhi Zona Bahaya

Merapi Masih Siaga Level 3, BPPTKG Minta Warga Jauhi Zona Bahaya

YOGYAKARTA — Aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi dan statusnya tetap Siaga atau Level 3. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan hal itu berdasarkan pengamatan pada 16 hingga 22 Oktober 2026, dan mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang beraktivitas di sekitar zona bahaya.

Menurut BPPTKG, Merapi masih mengalami erupsi efusif dan pasokan magma ke dalam gunung masih berlangsung. Kondisi ini menimbulkan risiko awan panas guguran (APG) di dalam kawasan rawan bencana. Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menyampaikan laporan tersebut sebagai bahan kewaspadaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar Merapi.

Zona bahaya yang ditetapkan meliputi sektor selatan–barat daya, yaitu Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Di sektor tenggara, bahaya ditetapkan untuk Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer. Selain itu, material vulkanik yang terlontar saat letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Pengamatan visual selama periode itu umumnya cerah pada pagi dan malam hari serta berawan pada sore hari, dengan asap kawah berwarna putih tipis hingga sedang, bertekanan lemah, setinggi 25 hingga 250 meter di atas kawah. Tercatat pula guguran lava, antara lain di Sungai Boyong sebanyak 3 kali dengan jarak luncur maksimal 2.500 meter, Krasak 10 kali hingga 2.000 meter, Bebeng 1 kali hingga 1.800 meter, dan Sat/Putih 18 kali hingga 2.000 meter.

Dari sisi kegempaan, tercatat 53 gempa vulkanik dangkal, 418 gempa multifase, 1 gempa frekuensi rendah, 17 gempa tremor, 469 gempa guguran, dan 13 gempa tektonik. Intensitas kegempaan secara keseluruhan dinilai lebih rendah dibanding pekan sebelumnya. Selama periode pengamatan tidak tercatat hujan di pos pengamatan, dan tidak dilaporkan adanya peningkatan aliran maupun lahar di sungai-sungai Merapi.

BPPTKG meminta pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten tetap siaga dan melakukan mitigasi. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bencana, serta mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Merapi. Informasi resmi dari BPPTKG dan pemerintah daerah tetap menjadi rujukan utama, bukan kabar yang belum terverifikasi.

Foto ilustrasi: JPNN.

Sumber: JPNN (Jogja), “Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada”, https://jogja.jpnn.com/jogja-terkini/15161/aktivitas-gunung-merapi-masih-tinggi-bpptkg-imbau-masyarakat-tetap-waspada

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *