JAKARTA — Pilihan minuman di pagi hari dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selain memenuhi kebutuhan cairan setelah tidur semalaman, beberapa minuman berpotensi melancarkan buang air besar, meredakan mual, dan mendukung fungsi saluran cerna. Manfaatnya bisa berbeda pada tiap orang, terutama bagi yang memiliki kondisi pencernaan tertentu.
Pilihan pertama dan paling dasar adalah air putih. Tubuh membutuhkan cairan yang cukup untuk berbagai fungsi, termasuk pencernaan dan penyerapan nutrisi. Cairan yang cukup membantu menjaga tekstur tinja tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan, sedangkan kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko sembelit. Bagi yang kurang suka rasa air putih, irisan mentimun, stroberi, atau buah sitrus bisa ditambahkan untuk sedikit rasa tanpa banyak gula.
Pilihan kedua adalah kopi. Bagi sebagian orang, kopi pagi dapat memicu keinginan buang air besar karena merangsang aktivitas usus besar. Kopi masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat bagi banyak orang dewasa, tetapi tidak cocok untuk semua orang. Pada sebagian orang, kopi dapat memperburuk gejala refluks asam, rasa panas di dada atau heartburn, dan keluhan pada penderita sindrom iritasi usus (IBS). Bila perut terasa tidak nyaman setelah minum kopi, perhatikan jumlah dan waktunya; mengurangi asupan atau memilih minuman lain bisa lebih sesuai dengan tubuh.
Pilihan ketiga adalah teh jahe. Minuman hangat ini menjadi pilihan saat perut terasa tidak nyaman. Jahe telah diteliti berpotensi mempercepat pengosongan lambung, sehingga dapat membantu mengurangi rasa penuh, kembung, mual, dan gangguan pencernaan pada sebagian orang. Jahe juga banyak diteliti untuk meredakan mual, termasuk mual terkait kehamilan dan pengobatan tertentu. Respons tubuh bisa berbeda-beda; bila keluhan pencernaan menetap atau memburuk, konsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Pilihan keempat adalah teh peppermint. Minuman tanpa kafein ini berpotensi membantu meredakan keluhan pencernaan tertentu. Peppermint mengandung senyawa yang dapat membantu merelaksasi otot polos saluran cerna. Karena efek itu, peppermint — terutama dalam bentuk minyak yang diteliti secara medis — telah diteliti untuk membantu gejala IBS seperti kembung dan nyeri perut. Namun teh peppermint tidak selalu cocok untuk semua orang: efek relaksasi otot dapat memengaruhi katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga gejala refluks asam atau GERD berpotensi memburuk. Penderita GERD perlu memperhatikan respons tubuh setelah meminumnya.
Pilihan kelima adalah smoothie tinggi serat. Smoothie dari buah dan sayur utuh dapat mendukung kesehatan pencernaan. Berbeda dengan jus yang umumnya memisahkan sari dari ampas, smoothie berbahan buah utuh dapat mempertahankan lebih banyak serat, tergantung bahan dan cara pengolahannya. Agar lebih bergizi, buah dan sayur bisa dikombinasikan dengan oat atau biji chia untuk menambah asupan serat harian. Asupan serat sebaiknya ditingkatkan bertahap, terutama bagi yang sebelumnya jarang mengonsumsi makanan tinggi serat, karena penambahan serat yang terlalu cepat dapat memicu gas dan kembung. Kebutuhan cairan juga harus dipenuhi agar serat membantu melancarkan buang air besar.
Kesimpulannya, memulai hari dengan minuman yang tepat bisa menjadi kebiasaan sederhana untuk mendukung kesehatan pencernaan. Air putih adalah pilihan dasar yang baik, sementara kopi, teh jahe, teh peppermint, dan smoothie tinggi serat bisa dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan toleransi tubuh. Tidak ada satu minuman yang cocok untuk semua orang; amati reaksi tubuh dan imbangi dengan pola makan seimbang, serat cukup, aktivitas fisik, dan kebiasaan buang air besar yang teratur. Bila sembelit, nyeri perut, mual, atau keluhan pencernaan lain berlangsung lama atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.
Foto ilustrasi: SINDOnews.
Sumber: SINDOnews, “5 Minuman Pagi Hari yang Baik untuk Pencernaan, Ada Teh dan Peppermint”, https://lifestyle.sindonews.com/read/1764619/155/5-minuman-pagi-hari-yang-baik-untuk-pencernaan-ada-teh-dan-peppermint-1792933816


