Wednesday, 28 October 2026
Nasional

Kemenag Terbitkan Edaran Salat Istisqa di Tengah Kemarau Panjang dan Karhutla

Kemenag Terbitkan Edaran Salat Istisqa di Tengah Kemarau Panjang dan Karhutla

Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Salat Istisqa. Edaran yang ditetapkan pada Jumat, 23 Oktober 2026 ini menjadi panduan resmi bagi jajaran Kemenag dan masyarakat dalam memohon turunnya hujan di tengah ancaman kekeringan, krisis air, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah Indonesia.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada Kantor Wilayah Kemenag, Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, serta pengelola masjid dan majelis taklim di seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan edaran itu pada Minggu, 25 Oktober 2026. Melalui edaran ini, Kemenag mengajak umat Islam di daerah terdampak untuk menggelar salat Istisqa, salat sunah memohon hujan.

Latar belakang edaran ini adalah kondisi kemarau panjang yang mengancam sejumlah wilayah, disertai krisis air dan karhutla. Menurut Abu Rokhmad, salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Namun, ia menegaskan langkah spiritual itu harus berjalan seiring dengan tindakan nyata menjaga lingkungan dan mencegah bencana, bukan menggantikan upaya teknis penanganan karhutla yang tetap memerlukan keterlibatan instansi terkait.

Dari sisi pelaksanaan, salat Istisqa dianjurkan digelar pada pagi hari, setelah matahari terbit dan meninggi hingga sebelum waktu Zuhur. Waktunya juga dapat disesuaikan, termasuk setelah salat Jumat. Tempat yang diutamakan adalah lapangan atau tempat terbuka, meskipun masjid atau tempat lain yang layak dapat digunakan bila kondisi lapangan tidak memungkinkan.

Pengelola masjid dan penyelenggara diminta mengumumkan jadwal pelaksanaan beberapa hari sebelumnya, agar masyarakat dapat bersiap. Salat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah, tanpa azan dan ikamah, serta disertai khutbah, istigfar, dan doa sesuai panduan dalam surat edaran.

Selain salat, Kemenag mengajak umat Islam untuk memperbanyak istigfar, bersedekah, menghemat penggunaan air, menjaga sumber air, merawat lingkungan, serta menghindari perbuatan yang dapat memicu kebakaran. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, menekankan peran penting penyuluh agama dan lembaga dakwah dalam menyosialisasikan pesan edaran ini lewat forum penyuluhan, pengajian, khutbah, dan kegiatan keagamaan lainnya, agar masyarakat memahami tata cara salat Istisqa sekaligus urgensi menjaga alam.

Dengan demikian, salat Istisqa diposisikan sebagai ruang bagi umat Islam untuk berdoa sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan: ikhtiar spiritual yang dipadukan dengan tanggung jawab sosial sesuai peran masing-masing, di tengah ancaman kekeringan dan karhutla yang masih membayangi sejumlah daerah.

Sumber: Okezone News — “Kemarau Panjang dan Karhutla Landa Indonesia, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa” (26 Oktober 2026). Baca sumber asli di okezone.com.

Foto: Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad. Foto: Okezone.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *