Realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terhitung dari triwulan keempat 2024 hingga triwulan ketiga 2026, mencapai Rp3.923,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang. Capaian itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani.
Investasi di luar Pulau Jawa tercatat sebesar Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total realisasi. Porsi tersebut menunjukkan penyebaran investasi yang semakin merata ke luar Jawa, sejalan dengan agenda pemerataan pembangunan.
Rosan menegaskan pemerintah akan terus mendorong investasi yang berkualitas, terutama hilirisasi dan industrialisasi yang memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional. Investasi yang dikejar bukan sekadar angka besar, melainkan yang membuka lapangan kerja dan memperkuat struktur industri dalam negeri.
Untuk menarik investor, pemerintah mengintegrasikan sistem perizinan di 28 kementerian dan lembaga. Integrasi itu dimaksudkan memberi kepastian bagi investor dalam negeri maupun asing mengenai proses dan waktu perizinan. Menurut Rosan, kepastian proses dan waktu merupakan faktor kunci bagi kepercayaan investor.
Capaian dua tahun ini menjadi pijakan bagi pemerintah untuk melanjutkan agenda investasi pada periode berikutnya. Tantangannya adalah menjaga momentum realisasi sekaligus memastikan investasi yang masuk benar-benar terserap menjadi lapangan kerja dan nilai tambah di daerah.
Sumber: Sindonews. Baca berita aslinya di: 2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Investasi Capai Rp3.923,2 Triliun, 5,4 Juta Tenaga Kerja Terserap.


