Wednesday, 28 October 2026
Nasional

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Senin, 26 Oktober 2026, Investor Diminta Waspadai Koreksi

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Senin, 26 Oktober 2026, Investor Diminta Waspadai Koreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat terbatas pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Setelah menutup perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026 di level 5.439,26, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 5.400 hingga 5.500, dengan potensi koreksi yang tetap perlu diwaspadai investor.

Pada penutupan Jumat lalu, IHSG naik 0,95 persen atau 51,35 poin ke level 5.439,26. Sepanjang sesi perdagangan itu indeks bergerak di rentang 5.366 hingga 5.455, dengan mayoritas saham berakhir menguat. Kenaikan tersebut sekaligus membawa IHSG menguat sekitar 4,9 persen dalam sepekan.

Pengamat pasar modal sekaligus pendiri WH-Project, William Hartanto, memperkirakan penguatan masih berlanjut namun ruangnya terbatas. Ia mengingatkan risiko aksi ambil untung setelah indeks menguat selama beberapa hari perdagangan terakhir, serta aliran dana asing yang masih mencatatkan jual bersih.

Dari sisi teknikal, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai prospek penguatan masih dibayangi ketidakpastian terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan sentimen global. Area support terdekat berada di kisaran 5.400 hingga 5.366, sedangkan resistance berada di rentang 5.500 hingga 5.540. Indikator MACD masih berada di zona negatif, meski tekanan pada histogramnya mulai mereda, sehingga pemulihan teknikal belum terkonfirmasi sepenuhnya.

Sejumlah agenda ikut menjadi perhatian pasar pada pekan ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari penghitungan IHSG mulai 2 November 2026, sebuah langkah reformasi pasar modal yang mendapat respons positif dari pelaku pasar. Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, serta konferensi pers Jerome Powell pada 29 Oktober 2026, dengan konsensus memperkirakan suku bunga dipertahankan di level 4,00 persen.

Pergerakan rupiah, aliran dana asing, dan pelaksanaan reformasi oleh BEI serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi faktor lain yang akan memengaruhi arah transaksi. Peluang kenaikan lanjutan terbuka apabila IHSG mampu menembus level 5.500 dengan momentum yang menguat. Sebaliknya, jika indeks turun di bawah 5.366, risiko koreksi berpotensi meningkat. Proyeksi ini merupakan perkiraan analis, bukan jaminan hasil perdagangan.

Sumber: CNN Indonesia, “IHSG Diramal Menguat Terbatas Awali Pekan Ini” — https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20261026055536-92-1419527/ihsg-diramal-menguat-terbatas-awali-pekan-ini

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *