Perenang muda Indonesia Abdil Majid Rahman meraih medali emas pada nomor 100 meter gaya dada SB7 putra di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Pada final yang digelar Kamis, 22 Oktober 2026 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, atlet berusia 17 tahun asal Kampar, Riau, itu finis pertama dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik.
Kemenangan tersebut ditentukan dengan selisih sangat tipis. Abdil hanya unggul 0,01 detik atas Zhang Yilong dari China, di tengah persaingan ketat melawan perenang dari Malaysia, Kazakhstan, Vietnam, dan Filipina. Ia mengaku balapan itu berlangsung sangat menegangkan, namun ia menjaga ritme dan kecepatan hingga menyentuh dinding finis.
Emas ini terasa istimewa karena Nagoya merupakan debut Abdil di ajang multi-event tingkat Asia. Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 adalah panggung pertamanya merasakan atmosfer kompetisi terbesar di Asia bagi atlet disabilitas, menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman. Sebelum bertanding, ia sempat gugup menghadapi sorotan kamera dan pertanyaan wartawan, tetapi tekadnya tidak goyah: ia berpegang pada keyakinan bahwa dirinya harus bisa.
Perjalanan dari Kampar hingga ke kolam renang Nagoya itu dibangun lewat kerja keras, disiplin, dan persiapan yang matang. Sebagai debutan, ia belum terbiasa dengan riuh arena dan ketatnya persaingan antarnegara, tetapi saat lomba dimulai ia mengesampingkan keraguan dan fokus memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Hasilnya melampaui ekspektasi: sebuah debut yang berbuah emas.
Emas Abdil melengkapi tiga medali emas cabang renang para bagi kontingen Indonesia di Nagoya, dengan dua emas lainnya disumbangkan Maulana Rifky Yavianda. Tiga emas dari kolam renang itu turut mengantarkan Indonesia finis di peringkat kedelapan klasemen akhir Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, di bawah kepemimpinan Chef de Mission Reda Manthovani. Bagi Abdil, Nagoya menjadi babak penting dalam kariernya: panggung yang semula hanya kesempatan menimba pengalaman berubah menjadi tempat lahirnya seorang juara baru.
Sumber: ANTARA, “Menaklukkan kolam Nagoya” — https://www.antaranews.com/berita/5811187/menaklukkan-kolam-nagoya


