JAKARTA — Survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada 12–20 Oktober 2026 mengungkap perbedaan tingkat kepuasan publik yang sangat lebar antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasil survei itu disampaikan Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, pada Minggu (25/10/2026).
Bagaimana metode surveinya? Survei melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak dengan metode random kish grid paper, dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berapa angka kepuasannya? Presiden Prabowo memperoleh 61 persen responden yang puas dan 5 persen yang sangat puas, sementara sekitar 28 persen tidak puas dan 6 persen sangat tidak puas. Sebaliknya, Wapres Gibran hanya memperoleh 19 persen responden yang puas dan 0 persen yang sangat puas, sedangkan 53 persen tidak puas, 18 persen sangat tidak puas, dan 10 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Mengapa publik puas terhadap Prabowo? Pendorong kepuasan tertinggi adalah keaktifan pemerintah memberantas korupsi sebesar 19,0 persen, bantuan sosial 14,5 persen, program yang dirasakan masyarakat 10,7 persen, sikap tegas 6,1 persen, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 6,0 persen.
Apa yang masih harus dibenahi pemerintah? Menurut IPO, pekerjaan rumah terbesar adalah mengendalikan harga kebutuhan pokok sebesar 28,0 persen, memberantas korupsi 19,5 persen, dan membuka lapangan kerja 14,7 persen. Isu lain seperti kesejahteraan buruh, bantuan modal UMKM, penanganan bencana, layanan kesehatan, dan kebebasan berpendapat mendapat skor relatif lebih rendah, karena masyarakat cenderung menilai kinerja pemerintah dari persoalan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kesenjangan angka kepuasan ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintahan Prabowo-Gibran, terutama dalam hal kehadiran dan kinerja wakil presiden di mata publik.
Sumber: JPNN. Baca berita asli di sini.


