SUBULUSSALAM — Musim Mas mengumumkan rampungnya program kolaborasi lima tahun yang mendampingi petani sawit swadaya di Subulussalam, Aceh. Pengumuman itu disampaikan lewat rilis perusahaan pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Program ini menyasar petani swadaya, yakni petani yang mengelola kebunnya secara mandiri di luar konsesi perusahaan. Aceh dipilih sebagai wilayah prioritas karena sebagian besar kawasan Ekosistem Leuser yang kaya keanekaragaman hayati berada di provinsi ini, sehingga perbaikan penghidupan petani berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.
Foto: ANTARA.
Bagaimana program ini bekerja? Kuncinya ada pada pelatihan berjenjang. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari pemerintah dilatih lebih dulu lewat skema latih pelatih, lalu mereka mendampingi petani di lapangan. Materinya mencakup praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices) yang selaras dengan prinsip tanpa deforestasi, tanpa pembukaan lahan gambut, dan tanpa eksploitasi, ditambah modul lanjutan tentang cara mengajar orang dewasa, berbicara di depan umum, literasi keuangan, dan pengelolaan kebun sawit.
Pendampingan berlanjut ke persyaratan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), kesehatan tanah, dan pembuatan kompos rumah tangga, serta edukasi keuangan dan pemantauan lingkungan. Program ini dikerjakan bersama mitra rantai pasok, antara lain AAK, serta pendamping lapangan Musim Mas.
Mengapa capaian ini penting? Angka yang dilaporkan melampaui target awal. Sebanyak 117 penyuluh terlatih, jauh di atas target 40 orang, dan 2.239 petani swadaya terjangkau di 48 desa, melampaui target 1.000 petani. Berdasarkan survei berbasis sampel, 82 persen petani swadaya yang disurvei kini menerapkan praktik pertanian yang baik.
Program khusus bagi perempuan petani swadaya diikuti lebih dari 200 peserta, dengan materi kesehatan, gizi, dan literasi keuangan. Perwakilan AAK dan Musim Mas menilai kolaborasi rantai pasok seperti ini menunjukkan bahwa pendampingan petani dan pemerintah daerah bisa berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.
Musim Mas sendiri adalah perusahaan sawit terintegrasi yang beroperasi di 14 negara. Perusahaan ini tercatat menjadi perusahaan skala besar pertama di Indonesia yang bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil pada 2004, dan target penurunan emisi gas rumah kacanya telah divalidasi oleh Science Based Targets initiative pada Oktober 2024.
Sumber: ANTARA News — Musim Mas Rampungkan Program Lima Tahun untuk Petani Swadaya di Aceh, Perkuat Mata Pencaharian Petani Sawit.



Harga TBS Sawit Aceh 21 Oktober–3 November 2026
October 25, 2026[…] berdasarkan umur tanaman untuk plasma, dan berdasarkan komposisi varietas tenera/dura untuk pekebun swadaya, dengan pembedaan wilayah timur dan barat […]