YOGYAKARTA — Sebanyak 264.335 penumpang warga negara asing (WNA) menggunakan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah itu naik 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan kereta api semakin menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara menjelajahi Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya.
Foto: Republika.
Di mana saja pergerakan WNA tertinggi? Stasiun Yogyakarta mencatat mobilitas WNA tertinggi, dengan 108.210 keberangkatan dan 101.476 kedatangan selama sembilan bulan pertama 2026. Stasiun Solo Balapan menyusul dengan 11.548 keberangkatan dan 10.938 kedatangan. Stasiun Yogyakarta pun dipandang sebagai gerbang penting bagi wisatawan mancanegara yang datang ke wilayah ini.
Mengapa kereta api dipilih wisatawan asing? Kereta api menawarkan perjalanan yang nyaman, terjadwal, dan terjangkau untuk menjangkau berbagai destinasi di Yogyakarta, Solo, dan daerah sekitarnya. Bagi wisatawan yang ingin berpindah kota tanpa repot mengatur kendaraan, kereta menjadi pilihan praktis sekaligus pengalaman wisata tersendiri.
Apa kata KAI Daop 6 Yogyakarta? Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa pertumbuhan volume penumpang WNA sebesar 7,8 persen pada Januari–September 2026 menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan mancanegara yang memanfaatkan transportasi kereta api. Data ini sekaligus menjadi bahan evaluasi layanan, mulai dari informasi berbahasa asing hingga kenyamanan di stasiun-stasiun utama.
Apa arti tren ini bagi pariwisata? Kenaikan penumpang asing lewat kereta api sejalan dengan pulih dan tumbuhnya pariwisata Yogyakarta–Solo. Setiap perjalanan kereta ikut menggerakkan ekonomi di sekitar stasiun dan destinasi: penginapan, kuliner, pemandu wisata, hingga usaha kecil di kawasan wisata. Selama layanan kereta tetap andal dan stasiun ramah wisatawan, tren ini berpeluang terus berlanjut hingga akhir tahun.
Sumber: Republika. Baca berita asli di sini.


