Wednesday, 28 October 2026
Nasional

KJRI Melbourne Jembatani Pelaku Usaha Indonesia-Australia lewat Forum Bisnis

KJRI Melbourne Jembatani Pelaku Usaha Indonesia-Australia lewat Forum Bisnis

MELBOURNE — Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne (KJRI Melbourne) menggelar penjajakan bisnis (business matching) dan forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra Australia. Kegiatan ini menjadi bagian dari Festival Indonesia 2026 dan dirancang untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara, termasuk di bidang ekonomi digital.

Foto: ANTARA.

Kapan dan di mana kegiatannya? Penjajakan bisnis dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026), sementara forum bisnis bertajuk “Navigating Cybersecurity and Digital Trust in the AI-Driven Indonesia–Australia Digital Economy” dijadwalkan pada Selasa (27/10/2026) di RMIT University, Melbourne. Rangkaian festival terkait juga berlangsung di Federation Square, Melbourne, pada Sabtu (24/10/2026).

Siapa saja yang terlibat? Forum ini melibatkan pelaku usaha, pemerintah, industri, dan akademisi dari Indonesia dan Australia. Konsul Jenderal RI di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Dari sisi perusahaan, hadir antara lain perusahaan identitas digital Indonesia Privy ID serta perusahaan keamanan siber CyberCert, Palo Alto Networks, DHI-AI, dan Guardware.

Mengapa kerja sama ini penting? Di bawah Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia (IA-CEPA), perdagangan bilateral kedua negara naik hampir tiga kali lipat dalam lima tahun menjadi 33 miliar dolar Australia atau sekitar Rp415,50 triliun, sementara investasi bilateral tumbuh 8,4 persen pada periode yang sama. Angka itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong saat peluncuran Kemitraan Australia–Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (PROSPERA) di Jakarta pada 22 Oktober.

Apa saja yang dibahas? Forum membahas tata kelola data lintas negara, regulasi dan akses pasar, identitas digital, serta keamanan siber. Topik-topik ini menjadi fondasi kepercayaan digital: tanpa aturan data yang jelas dan sistem keamanan yang andal, transaksi dan kolaborasi digital lintas negara sulit berkembang. Karena itu, forum tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga menyelaraskan pemahaman soal aturan main ekonomi digital.

Apa makna yang lebih luas? Kerja sama Indonesia–Australia tidak hanya soal angka dagang, tetapi juga kerja sama antarmanusia (people-to-people). Pertemuan langsung antara pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah membuka jalan bagi kemitraan jangka panjang, transfer pengetahuan, dan kepercayaan yang menjadi modal utama dalam ekonomi digital.

Sumber: ANTARA. Baca berita asli di sini.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *