Wednesday, 28 October 2026
Nanggroe

Jembatan Rusak Putuskan Akses 6 Kampung di Samarkilang, Satgas PRR Turun Tangan

Jembatan Rusak Putuskan Akses 6 Kampung di Samarkilang, Satgas PRR Turun Tangan

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) bersama pemerintah daerah meninjau tiga titik jembatan yang rusak di kawasan Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Peninjauan dipimpin Imran, Ketua Tim Satgas PRR Wilayah Aceh, di kawasan yang jaraknya cukup jauh dari pusat Kabupaten Bener Meriah.

Tiga titik yang menjadi perhatian berada di Gerpa, Payung, dan Lame. Dari ketiganya, Jembatan Lame sudah memiliki kepastian anggaran, sementara penanganan dua titik lainnya masih diupayakan lewat koordinasi lintas pemerintah. Tim tidak hanya melihat kondisi infrastruktur penghubung yang rusak, tetapi juga mendengar langsung kebutuhan warga di lapangan.

Jembatan-jembatan itu vital bagi gerak warga, terutama masyarakat yang menggantungkan hidup pada lahan pertanian dan perkebunan. Mukim Samarkilang, Iskandar, menyebut kerusakan jembatan membuat warga sulit mencapai lahan dan mengangkut hasil panen. Desa-desa yang membutuhkan akses tersebut meliputi Gerpa, Kerlang, Goneng, Geruti Jaya, Tempen Baru, dan Payung.

Menurut Iskandar, dua jembatan paling dibutuhkan warga, yakni jembatan di Gerpa dan jembatan antara Kampung Lame dan Payung, karena keduanya menopang ekonomi masyarakat. Sekitar 80 persen sawah warga berada di seberang sungai. Sebelum bencana, jembatan menjadi jalur penting untuk mencapai lahan dan membawa hasil panen ke pusat perdagangan.

Dampak bencana tidak berhenti pada jembatan. Sebagian sawah tertimbun material, kerusakan saluran irigasi membuat sebagian warga beralih menanam padi lahan kering sambil menunggu pemulihan, dan wisata lokal ikut terdampak. Karena itu, percepatan pemulihan akses dinilai penting untuk menghubungkan kembali permukiman dengan lahan pertanian dan menggerakkan mobilitas warga.

Warga juga menyampaikan kebutuhan pemulihan air bersih. Sumber air yang sebelumnya dipakai rusak akibat bencana, sementara sumber alternatif berada sekitar 7 kilometer dari permukiman. Iskandar menyebut layanan dasar air bersih menyangkut sekitar 500 kepala keluarga atau diperkirakan 2.650 jiwa di kawasan Samarkilang.

Peninjauan ini menjadi langkah awal agar penanganan jembatan tidak berhenti pada pendataan. Kepastian anggaran untuk Jembatan Lame perlu diikuti percepatan untuk Gerpa dan Payung, disertai pemulihan irigasi dan air bersih, supaya warga Samarkilang benar-benar bisa kembali bertani, mengangkut panen, dan menjalani aktivitas ekonomi seperti sebelum bencana.

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) bersama pemerintah daerah meninjau tiga titik jembatan yang rusak di kawasan Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Jumat, 16 Oktober 2026.
  • Dari ketiganya, Jembatan Lame sudah memiliki kepastian anggaran, sementara penanganan dua titik lainnya masih diupayakan lewat koordinasi lintas pemerintah.
  • Jembatan-jembatan itu vital bagi gerak warga, terutama masyarakat yang menggantungkan hidup pada lahan pertanian dan perkebunan.
  • Menurut Iskandar, dua jembatan paling dibutuhkan warga, yakni jembatan di Gerpa dan jembatan antara Kampung Lame dan Payung, karena keduanya menopang ekonomi masyarakat.
  • Karena itu, percepatan pemulihan akses dinilai penting untuk menghubungkan kembali permukiman dengan lahan pertanian dan menggerakkan mobilitas warga.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *