Endapan lava Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, teramati meluas hingga sekitar 4,34 kilometer ke arah timur laut dari pusat erupsi dan sekitar 3,8 kilometer ke arah barat-barat laut. Warga di delapan wilayah diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di sekitar sungai yang berhulu di puncak gunung.
Delapan wilayah yang menjadi perhatian itu ialah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Imbauan disampaikan petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, berdasarkan pengamatan Senin (26/10/2026) selama periode pukul 00.00–24.00 Wita.
Pada pengamatan tersebut, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang teramati membumbung setinggi 50–100 meter di atas puncak kawah. Aktivitas kegempaan yang tercatat meliputi 20 kali gempa tremor nonharmonik dengan durasi 60–139 detik, dua kali gempa frekuensi rendah, tujuh kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, serta 26 kali gempa tektonik jauh.
Gunung Lewotobi Laki-laki masih berstatus Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi. Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Potensi banjir lahar hujan perlu diwaspadai apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung.


