SURABAYA — Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memuji agresivitas anak asuhnya usai menang 3-1 atas Madura United pada pekan ke-7 Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (26/10/2026) malam.
Menurut pelatih asal Portugal itu, permainan agresif, intens, dan pergerakan untuk menciptakan ruang harus menjadi identitas Bajul Ijo. Ia ingin gaya tersebut terus ditampilkan di setiap pertandingan.
Meski menang, Tavares tetap memberi catatan. Akurasi tembakan masih perlu diasah agar peluang yang tercipta bisa dikonversi menjadi gol. Gol balasan Madura United sendiri lahir dari transisi cepat setelah pelanggaran, sehingga antisipasi serangan balik lawan, termasuk lewat pelanggaran taktis untuk memutus serangan, harus diperbaiki.
Kondisi fisik juga menjadi tantangan. Sejumlah pemain kunci belum sepenuhnya bugar; Rivera dan Alex berada di kisaran 50–60 persen kebugaran. Rivera tetap dimainkan meski belum 100 persen karena kualitas umpan dan pengambilan keputusannya, dan umpannya berujung penalti. Hujan dan lapangan yang berat menambah beban fisik pemain.
Pemain terbaik laga itu, Toni Firmansyah, menyebut kemenangan tersebut lahir dari kerja keras dalam latihan dan tidak diraih dengan mudah. Ia menegaskan tim harus tetap rendah hati dan fokus ke laga berikutnya, membenahi diri sedikit demi sedikit agar konsisten di papan atas klasemen Super League.
Foto ilustrasi: Media Indonesia


