JAKARTA — Klaim bahwa susu lebih menghidrasi daripada air putih kerap beredar di tengah masyarakat. Sejumlah penelitian memang menemukan bahwa kandungan susu dapat membantu tubuh mempertahankan keseimbangan cairan lebih lama. Namun, para ahli menegaskan bukti yang tersedia masih terbatas, dan air putih tetap menjadi pilihan utama yang paling praktis untuk kebutuhan cairan sehari-hari.
Mengapa susu bisa mempertahankan cairan lebih lama? Berbeda dengan air putih, susu mengandung campuran air, elektrolit, protein, dan karbohidrat. Kombinasi ini membantu tubuh memperlambat pengosongan lambung dan menahan cairan dalam aliran darah lebih lama.
Penelitian yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition memperkenalkan Beverage Hydration Index (BHI) untuk membandingkan respons hidrasi dari berbagai minuman. Dalam kondisi pengujian tertentu, susu menunjukkan kemampuan retensi cairan yang lebih baik daripada air putih.
Meski demikian, ahli diet klinis dari Rush University Medical Center, Kristin Gustashaw, mengingatkan bahwa susu dapat dipakai sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan cairan, tetapi bukan berarti ia lebih unggul daripada air putih dalam hal hidrasi secara umum. Kehati-hatian ini penting agar klaim ilmiah tidak dibaca secara berlebihan.
Konteks pemakaian juga menentukan. Saat berolahraga, tubuh kehilangan cairan dan elektrolit penting seperti natrium dan kalium lewat keringat. Ahli gizi terdaftar dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Amy Reed, menjelaskan bahwa susu mengandung kombinasi karbohidrat dan protein yang ideal untuk mengganti cadangan energi dan mendukung pemulihan otot.
Karena itu, susu bermanfaat setelah aktivitas fisik berat, tetapi tidak selalu diperlukan setelah setiap sesi olahraga ringan. Untuk aktivitas sehari-hari yang biasa, air putih tetap menjadi pilihan terbaik karena bebas kalori.
Panduan praktisnya dapat diringkas sebagai berikut. Setelah olahraga berat, susu membantu pemulihan otot dan penggantian elektrolit secara efektif. Untuk pemenuhan gizi, susu memberi tambahan kalsium, vitamin, dan protein. Bagi yang membatasi asupan kalori, air putih lebih dianjurkan karena susu mengandung kalori dan gula alami berupa laktosa. Untuk hidrasi harian, air putih adalah pilihan paling praktis dan ekonomis.
Direktur Heat & Hydration Optimization Lab di University of Arkansas, Brendon P. McDermott, menyarankan agar cairan dikonsumsi secara teratur sepanjang hari, bukan dalam jumlah besar sekaligus. Ia juga mengingatkan agar masyarakat peka terhadap tanda dehidrasi seperti mulut kering, sakit kepala, dan urine berwarna gelap.
Kesimpulannya, klaim bahwa susu lebih menghidrasi daripada air putih memiliki dasar ilmiah melalui indeks hidrasi minuman, tetapi hal itu tidak menjadikannya pengganti air putih. Susu berfungsi sebagai pelengkap gizi dan hidrasi pada situasi tertentu, terutama bagi atlet atau setelah aktivitas fisik berat.
Sumber: Media Indonesia. Baca berita aslinya di: https://mediaindonesia.com/kesehatan/948756/mitos-atau-fakta-benarkah-susu-lebih-menghidrasi-daripada-air-putih


