JAKARTA — Bau kaki adalah kondisi ketika kaki mengeluarkan aroma tidak sedap akibat penumpukan keringat dan aktivitas bakteri pada permukaan kulit. Kondisi ini sering muncul ketika kaki berada dalam sepatu tertutup dalam waktu lama, terutama bila sirkulasi udara kurang baik dan kelembapan terperangkap di dalam sepatu.
Foto ilustrasi: Magnifik via Media Indonesia.
Apa penyebabnya? Bau kaki dapat dipicu produksi keringat berlebih, jarang mengganti kaus kaki, penggunaan sepatu yang lembap, serta kebersihan kaki yang kurang terjaga. Dalam beberapa kasus, bau kaki juga berkaitan dengan infeksi jamur atau kondisi kulit tertentu. Berikut 14 cara yang dapat membantu menghilangkannya:
1. Cuci kaki secara teratur. Cuci kaki dengan air dan sabun setiap hari untuk menghilangkan keringat, kotoran, dan bakteri penyebab bau, termasuk sela-sela jari yang mudah lembap.
2. Keringkan sela-sela jari kaki. Kaki yang masih basah setelah mandi menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme, sehingga pastikan sela jari benar-benar kering sebelum memakai alas kaki.
3. Ganti kaus kaki setiap hari. Kaus kaki menyerap keringat selama beraktivitas; bila dipakai berulang tanpa dicuci, keringat dan bakteri menumpuk sehingga menimbulkan bau.
4. Pilih sepatu dengan sirkulasi udara baik. Sepatu yang terlalu tertutup dan minim ventilasi membuat kaki lebih panas dan lembap, sehingga risiko bau meningkat.
5. Keringkan sepatu setelah digunakan. Sepatu yang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur; letakkan di tempat dengan sirkulasi udara baik setelah dipakai.
6. Gunakan bedak kaki atau antiperspiran. Bedak kaki membantu menyerap kelembapan, sedangkan antiperspiran yang sesuai untuk kaki membantu mengurangi produksi keringat.
7. Rendam kaki dengan air hangat. Merendam kaki dengan air hangat dapat membantu membersihkan kaki dan memberi rasa nyaman setelah beraktivitas, meski cara ini bukan solusi utama menghilangkan bau kaki.
8. Bersihkan kuku kaki secara teratur. Kotoran yang menumpuk di sekitar kuku dapat menimbulkan bau dan mengganggu kebersihan kaki; potong kuku secara teratur dan bersihkan bagian sekitarnya dengan lembut.
9. Gunakan sandal di tempat yang lembap. Area seperti kamar mandi umum, ruang ganti, dan kolam renang dapat menjadi tempat penyebaran jamur penyebab infeksi kaki.
10. Cuci sepatu dan sol bagian dalam. Keringat dan kotoran dapat menumpuk di bagian dalam sepatu, terutama bila dipakai setiap hari; cuci sesuai petunjuk perawatan produsen bila bahannya memungkinkan.
11. Hindari memakai sepatu yang masih basah. Sepatu yang belum kering membuat kaki terus berada dalam kondisi lembap, yang dapat memperparah bau dan meningkatkan risiko infeksi jamur.
12. Jaga kaki tetap sejuk. Suhu panas meningkatkan produksi keringat; bila memungkinkan, lepaskan sepatu sesaat saat berada di tempat yang bersih dan aman agar kaki mendapat sirkulasi udara.
13. Perhatikan gejala infeksi jamur. Bau kaki yang disertai gatal, kulit mengelupas, kemerahan, atau kulit pecah-pecah dapat menandakan infeksi jamur, misalnya kutu air atau athlete’s foot.
14. Konsultasikan ke dokter bila bau tak kunjung hilang. Apabila bau kaki tetap kuat meskipun kebersihan dan perawatan sudah dijaga, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.
Menghilangkan bau kaki dapat dimulai dari menjaga kebersihan, mengeringkan sela-sela jari, mengganti kaus kaki secara teratur, serta merawat sepatu agar tetap kering dan bersih. Bila disertai gejala infeksi, penanganan medis lebih tepat daripada sekadar menutupi baunya.
Sumber: Media Indonesia. Baca selengkapnya: 14 Tips Menghilangkan Bau Kaki.


