Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

Dampak Konsumsi Kopi Terhadap Kesehatan Tulang Wanita Pascamenopause

Dampak Konsumsi Kopi Terhadap Kesehatan Tulang Wanita Pascamenopause

Peneliti dari Flinders University melaporkan adanya kaitan antara konsumsi kopi dalam jumlah tinggi dan kepadatan mineral tulang yang lebih rendah pada wanita lansia pascamenopause. Temuan yang dimuat di jurnal Nutrients ini menganalisis pola konsumsi kopi dan teh pada 9.704 wanita berusia 65 tahun ke atas selama 10 tahun, dengan fokus pada tulang leher femur dan pinggul yang rentan patah akibat pengeroposan tulang.

Hasilnya menunjukkan, konsumsi lebih dari 5 cangkir kopi per hari berkaitan dengan kepadatan tulang yang lebih rendah. Sebaliknya, konsumsi 2 hingga 3 cangkir per hari tidak menunjukkan kaitan dengan dampak negatif bagi kesehatan tulang. Sementara itu, konsumsi teh justru berkaitan dengan kepadatan tulang pinggul total yang lebih tinggi, yang diduga berkaitan dengan peran katekin dalam teh bagi pembentukan tulang dan memperlambat kerusakan tulang.

Rekan penulis studi, Ryan Liu, menjelaskan bahwa studi laboratorium menunjukkan kafein dapat mengganggu penyerapan kalsium dan metabolisme tulang, tetapi pengaruhnya relatif kecil dan dapat diimbangi dengan menambahkan susu. Kaitan kopi dengan kepadatan tulang leher femur yang rendah tampak lebih kuat pada wanita dengan konsumsi alkohol tinggi, sedangkan kaitan positif teh dengan kepadatan tulang lebih menonjol pada wanita dengan obesitas.

Temuan ini penting karena osteoporosis merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius. Pola global yang dikutip artikel menyebutkan sekitar 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria berusia di atas 50 tahun berisiko mengalami patah tulang terkait osteoporosis, dengan risiko wanita meningkat tajam setelah menopause seiring percepatan hilangnya massa tulang.

Namun, para ahli mengingatkan agar temuan ini tidak ditafsirkan berlebihan. Ahli gizi Lisa Young menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga menunjukkan kaitan, bukan bukti bahwa kopi secara langsung melemahkan tulang. Keterbatasannya antara lain perbedaan gaya hidup peserta dan fokus pada kepadatan tulang, bukan pada kejadian patah tulang itu sendiri.

Young menyarankan agar tidak panik atau berhenti minum kopi sepenuhnya. Konsumsi kopi dalam jumlah sedang tampak masih dapat diterima, dan langkah yang terbukti melindungi tulang tetap menjadi prioritas: asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, aktivitas fisik, serta menghindari rokok dan alkohol berlebihan. Tanda awal yang perlu diwaspadai antara lain nyeri punggung, tinggi badan yang berangsur berkurang, dan postur yang membungkuk.

Sumber: Media Indonesia. Baca selengkapnya di: Media Indonesia — Dampak Konsumsi Kopi Terhadap Kesehatan Tulang Wanita Pascamenopause.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *