Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh mempercepat pembangunan tanggul bronjong di Desa Aih Bobo, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Tanggul tersebut jebol akibat banjir susulan yang terjadi pada 24 September 2026, dan perbaikannya kini dikebut agar fungsi pelindungnya segera pulih.
Perbaikan yang dikerjakan membentang sepanjang 200 meter. Hingga kabar ini diterbitkan, progresnya telah mencapai 80 persen. Artinya, sebagian besar ruas tanggul yang rusak sudah kembali terbangun, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.
Kerusakan tanggul bronjong bukan persoalan kecil bagi warga di sekitarnya. Tanggul berfungsi menahan aliran air dan melindungi permukiman serta lahan di belakangnya. Ketika jebol, air lebih mudah meluap dan mengancam kawasan yang selama ini dilindungi konstruksi tersebut.
Karena itu, percepatan pekerjaan menjadi penting. Banjir susulan yang merusak tanggul pada September lalu menunjukkan bahwa kawasan ini masih rawan luapan. Semakin cepat tanggul kembali utuh, semakin kecil risiko air meluber ke permukiman warga saat debit sungai kembali naik.
Bagi warga Desa Aih Bobo dan sekitarnya, rampungnya perbaikan tanggul berarti rasa aman yang lebih besar. Aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan pertanian dan mobilitas warga, dapat berjalan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran luapan yang datang tiba-tiba.
Perbaikan tanggul ini sekaligus menjadi pengingat bahwa infrastruktur pengendali banjir perlu dirawat dan dipulihkan segera setelah rusak. Penanganan yang cepat mencegah kerusakan kecil berkembang menjadi bencana yang lebih besar bagi warga di daerah aliran sungai.
Sumber: Sindonews. Baca selengkapnya di: Sindonews — BWS Sumatera Kebut Pembangunan Tanggul Aih Bobo yang Jebol Akibat Banjir.


