Pemulihan 57 Ribu Hektare Sawah Aceh Terdampak Bencana Berlanjut ke 2027
Penanggung Jawab Swasembada Pangan Aceh, Agus Susanto, menyebutkan sekitar 57 ribu hektare lahan pertanian di Aceh terdampak bencana hidrometeorologi.
Dari luasan tersebut, sekitar 3.000 hektare mengalami kerusakan berat, sehingga penanganannya membutuhkan waktu dan tahapan yang tidak singkat.
Pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana itu berlanjut pada 2027. Artinya, petani di lahan terdampak masih memerlukan pendampingan dan dukungan agar lahannya bisa kembali produktif.
Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor memang berdampak langsung pada sektor pertanian. Sawah yang rusak tidak hanya menurunkan produksi sesaat, tetapi juga mengganggu mata pencaharian petani bila tidak segera dipulihkan.
Karena itu, pemulihan sawah menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan Aceh. Lahan yang kembali tergarap berarti produksi pangan daerah bisa kembali berjalan dan petani bisa kembali berpenghasilan.


