Indonesia mendorong Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP31 di Antalya, Turki, menjadi momentum implementasi, bukan sekadar perbincangan. Dorongan itu disampaikan delegasi Indonesia menjelang konferensi tersebut.
Staf Ahli Menteri Bidang Sumber Daya Pangan, Sumber Daya Alam, Energi, dan Kualitas Lingkungan sekaligus penanggung jawab Paviliun Indonesia, Laksmi, menyampaikan sikap itu dalam temu media di Jakarta. Artikel ini diperbarui pada Selasa, 3 November 2026.
Menurut Laksmi, setelah COP berakhir, aksi iklim tidak boleh berhenti pada omongan. Implementasi nyata menjadi tuntutan utama, karena krisis iklim membutuhkan tindakan kolektif yang terukur.
Aksi iklim membutuhkan kerja sama global. Pendanaan, teknologi, dan kemitraan menjadi unsur yang harus berjalan bersama, termasuk dengan negara-negara yang berkomitmen mendukung Indonesia.
Melalui Paviliun Indonesia, Indonesia mengusung tema Indonesia sebagai Rumah Solusi Iklim. Paviliun ini menjadi etalase sekaligus ruang pertemuan bagi para pihak yang terlibat dalam aksi iklim.
Paviliun Indonesia memiliki empat tujuan utama. Pertama, menyuarakan aksi strategis dan posisi Indonesia dalam perundingan iklim global. Kedua, membangun kemitraan dengan berbagai pihak.
Ketiga, menyampaikan kemajuan sektoral menuju target Nationally Determined Contribution atau NDC Indonesia. Keempat, menjadi ruang pertemuan bagi mitra dalam negeri maupun luar negeri.
Untuk mencapai tujuan itu, direncanakan sekitar 67 sesi kegiatan. Mayoritas sesi berupa sesi dialog yang digelar setiap hari selama konferensi berlangsung.
Selain dialog, ada sesi carbon connection untuk menjajaki kerja sama dan kemitraan perdagangan karbon. Ada pula pameran digital yang menampilkan capaian aksi iklim Indonesia, serta rangkaian seminar dan sesi lainnya.
Pameran digital memungkinkan capaian Indonesia dilihat lebih luas. Sementara sesi dialog dan seminar memberi ruang bagi pertukaran gagasan antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Indonesia berharap COP31 menghasilkan langkah nyata. Konferensi di Antalya diharapkan menjadi titik percepatan, bukan sekadar forum pernyataan sikap yang berulang setiap tahun.
Apa poin penting dari berita ini?
- Indonesia mendorong COP31 di Antalya, Turki, menjadi momentum implementasi aksi iklim.
- Sikap itu disampaikan Laksmi, penanggung jawab Paviliun Indonesia, dalam temu media di Jakarta.
- Paviliun Indonesia bertema Indonesia sebagai Rumah Solusi Iklim.
- Empat tujuan paviliun meliputi penyuaran posisi, kemitraan, kemajuan NDC, dan ruang pertemuan mitra.
- Direncanakan sekitar 67 sesi kegiatan, termasuk dialog, carbon connection, pameran digital, dan seminar.


