Monday, 2 November 2026
Antariksa

Bintang Hasilkan Oksigen untuk Galaksi Kecil, tapi Sebagian Besar Justru Hilang

Galaksi katai kecil yang diteliti lewat data Teleskop Luar Angkasa Hubble

Para ilmuwan yang meneliti data Teleskop Luar Angkasa Hubble menemukan kejanggalan menarik pada puluhan galaksi kecil: galaksi-galaksi itu mengandung oksigen jauh lebih sedikit daripada jumlah yang diperkirakan telah dihasilkan oleh bintang-bintang di dalamnya. Temuan ini berasal dari penelitian terhadap 37 galaksi katai, galaksi yang jauh lebih kecil daripada Bima Sakti dan tergolong dekat, yakni berada dalam jarak 22 juta tahun cahaya dari Bumi. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal The Astrophysical Journal.

Penelitian ini melibatkan astrofisikawan dari Universitas Rutgers bersama sejumlah peneliti lain. Mereka membandingkan dua hal: jumlah oksigen yang teramati di dalam galaksi katai, dan perkiraan jumlah oksigen yang seharusnya sudah diproduksi oleh bintang-bintang galaksi tersebut sepanjang hidupnya. Perbandingan itu menunjukkan selisih yang besar. Sebagian besar oksigen yang diperkirakan telah dibuat oleh bintang ternyata tidak lagi ditemukan di dalam galaksi-galaksi kecil itu.

Oksigen adalah unsur penting dalam astronomi karena unsur ini ditempa di dalam bintang dan disebarkan ketika bintang mengakhiri hidupnya. Karena itu, jumlah oksigen di sebuah galaksi sering dipakai sebagai penanda seberapa aktif bintang-bintang terbentuk dan berevolusi di sana. Jika oksigen yang teramati jauh lebih sedikit daripada perkiraannya, maka ada bagian dari kisah evolusi galaksi tersebut yang belum sepenuhnya dipahami.

Galaksi katai menjadi laboratorium yang baik untuk pertanyaan semacam ini. Ukurannya kecil, strukturnya relatif sederhana, dan jumlahnya banyak di alam semesta sekitar. Dengan mempelajari 37 galaksi katai sekaligus, para peneliti tidak hanya bergantung pada satu contoh, melainkan melihat pola yang berulang pada puluhan galaksi. Pola yang konsisten itu membuat temuan ini lebih kuat daripada sekadar anomali pada satu objek.

Data Hubble menjadi kunci dalam penelitian ini. Teleskop yang telah mengorbit selama puluhan tahun itu mampu mengamati cahaya dari galaksi-galaksi jauh dengan cukup rinci untuk mengukur kandungan unsur di dalamnya. Dari pengukuran itulah para peneliti bisa memperkirakan berapa banyak oksigen yang ada, lalu membandingkannya dengan model produksi oksigen oleh bintang.

Temuan ini juga mengingatkan bahwa galaksi kecil tidak sekadar versi mini dari galaksi besar. Lingkungan, massa, dan sejarah pembentukan bintangnya membuat galaksi katai berperilaku berbeda. Oksigen yang hilang dari galaksi-galaksi ini menjadi petunjuk bahwa proses di dalam galaksi kecil berjalan dengan cara yang masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh para astronom.

Ke depan, hasil ini memberi arah baru bagi penelitian evolusi galaksi. Para ilmuwan dapat menguji apakah pola yang sama muncul pada kelompok galaksi katai yang lebih besar, atau apakah ada perbedaan antara galaksi katai yang dekat dengan yang lebih jauh. Setiap jawaban akan membantu menyusun gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana unsur-unsur pembentuk kehidupan, termasuk oksigen, tersebar di alam semesta.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Para ilmuwan yang meneliti data Teleskop Luar Angkasa Hubble menemukan galaksi kecil mengandung oksigen jauh lebih sedikit daripada jumlah yang diperkirakan telah dihasilkan oleh bintang-bintang di dalamnya.
  • Penelitian ini meneliti 37 galaksi katai yang jauh lebih kecil daripada Bima Sakti dan berada dalam jarak 22 juta tahun cahaya dari Bumi.
  • Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal The Astrophysical Journal.
  • Oksigen yang teramati jauh lebih sedikit daripada perkiraannya, sehingga ada bagian dari kisah evolusi galaksi tersebut yang belum sepenuhnya dipahami.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *