Penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, memukau ribuan penonton dalam konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026) malam. Konser ini menjadi perayaan tiga dekade album Romanza, salah satu karya penting dalam perjalanan karier Bocelli.
Konser di Borobudur bukan sekadar pertunjukan musik. Promotor Shoemaker Live mengaitkan rangkaian tur ini dengan misi kemanusiaan, yakni penggalangan dana dengan target penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak konflik. Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menyampaikan bahwa kehadiran Bocelli di Indonesia memiliki makna yang melampaui sebuah pertunjukan musik internasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi dukungan terhadap anak-anak korban perang yang menyertai konser tersebut. Fadli menyebut pihak yayasan yang terkait dengan penyelenggaraan konser telah menyampaikan dukungan terhadap anak-anak yang menjadi korban perang dan krisis kemanusiaan, termasuk anak-anak Palestina. Ia menegaskan bahwa sikap pemerintah Indonesia terhadap Palestina tidak berubah dan Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina serta menolak penjajahan dan zionisme.
Sebelum konser digelar, rencana penampilan Bocelli di Borobudur sempat memicu polemik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti rekam jejak musisi Italia tersebut mengenai keterlibatannya dalam acara penggalangan dana untuk militer Israel pada 2010. Fadli meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dari informasi di media sosial dan merujuk pada penjelasan promotor mengenai posisi pihak yang tampil. Menurut Fadli, berdasarkan keterangan pihak Andrea Bocelli sejauh ini, mereka bukan pendukung zionisme, dan apabila terbukti ada dukungan terhadap zionisme, pemerintah tentu akan menolak.
Di luar polemik tersebut, konser Borobudur dinilai menjadi ruang promosi budaya Indonesia sekaligus memperluas eksposur internasional. Kehadiran maestro tunanetra asal Italia itu di hadapan monumen peninggalan Wangsa Syailendra menjadi pertemuan antara musik klasik dunia dan warisan budaya Indonesia. Bagi kawasan dan masyarakat sekitar, konser berskala internasional seperti ini diharapkan memberikan manfaat pariwisata dan ekonomi.
Bocelli sendiri dikenal sebagai salah satu tenor paling berpengaruh di dunia. Melalui Andrea Bocelli Foundation yang didirikannya pada 2011, ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk program Voices of Peace yang mempertemukan anak-anak dan remaja dari berbagai latar belakang melalui paduan suara dan pendidikan musik.
Setelah tampil di kawasan Candi Borobudur, rangkaian konser Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia dijadwalkan berlanjut pada 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dua kota, dua panggung, satu pesan perdamaian menjadi benang merah tur ini, dengan harapan gaungnya tidak berhenti di panggung, melainkan berlanjut pada kepedulian nyata bagi anak-anak yang hidup di tengah konflik.
Apa poin penting dari berita ini?
- Penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, memukau ribuan penonton dalam konser Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (31/10/2026) malam.
- Promotor Shoemaker Live mengaitkan rangkaian tur ini dengan misi kemanusiaan, yakni penggalangan dana dengan target penyaluran 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak konflik.
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi dukungan terhadap anak-anak korban perang yang menyertai konser tersebut.
- Sebelum konser digelar, rencana penampilan Bocelli di Borobudur sempat memicu polemik terkait rekam jejaknya pada 2010.
- Setelah tampil di kawasan Candi Borobudur, rangkaian konser dijadwalkan berlanjut pada 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.


