Sunday, 1 November 2026
Antariksa

Satelit Pengawal di Orbit: Astroscale Usulkan Armada Bodyguard Lindungi Satelit dari Serangan

Ilustrasi wahana Astroscale ELSA-d mendekati puing simulasi di orbit Bumi

Perusahaan pembersih antariksa Astroscale mengusulkan armada wahana pengawal di orbit untuk melindungi satelit-satelit penting dari serangan dan manuver berbahaya lawan. Usulan itu disampaikan di London pada Oktober 2026, di tengah meningkatnya aktivitas satelit Rusia yang mendekati satelit Barat tanpa persetujuan pemiliknya. Wahana pengawal ini, yang dijuluki satelit bodyguard, dirancang untuk memastikan tidak ada penyusup yang bisa mendekat terlalu dekat ke satelit yang dilindungi.

Ide ini lahir dari teknologi yang sudah diuji Astroscale di orbit. Perusahaan yang berkantor pusat di Jepang dengan kehadiran besar di Inggris itu adalah pemimpin teknologi rendezvous dan proximity operations, yaitu kemampuan mendekati dan beroperasi di dekat objek lain di orbit. Pada 2024, Astroscale mencetak sejarah lewat misi ADRAS-J, inspeksi jarak dekat pertama terhadap tahap roket Jepang yang sudah dibuang di orbit rendah Bumi, wilayah di bawah ketinggian 2.000 kilometer. Sebelumnya, misi ELSA-D yang berjalan pada 2021 hingga 2024 menjadi upaya komersial pertama yang mendemonstrasikan teknologi penangkapan di orbit rendah Bumi.

Mengapa perlindungan seperti ini menjadi mendesak sekarang? Karena insiden terbaru yang mengejutkan dunia: satelit Rusia melakukan manuver jarak dekat di sekitar satelit radar milik perusahaan observasi Bumi ICEYE yang berkantor pusat di Finlandia. Para ahli menyebut insiden pada Oktober 2026 itu sebagai rendezvous pertama antara dua satelit aktif di orbit rendah Bumi yang dilakukan tanpa persetujuan targetnya. Kekhawatirannya, satelit itu bisa dirusak, padahal armada ICEYE memasok intelijen penting bagi Ukraina. Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Thomas G. DiNanno menyebut tindakan Rusia itu sebagai perilaku mengancam yang konsisten dengan operasi senjata di orbit.

Insiden ICEYE bukan satu-satunya. Satelit Luch-1 dan Luch-2 Rusia sudah membayangi satelit komunikasi Eropa dan Amerika di orbit geostasioner, wilayah sibuk pada ketinggian 36.000 kilometer tempat satelit memandang tetap satu bagian Bumi, sejak 2014. Kepala komando antariksa militer Jerman Mayor Jenderal Michael Traut mengakui pada awal 2026 bahwa wahana Luch sudah bertahun-tahun memata-matai komunikasi strategis Eropa di antariksa. Satelit pengintai Rusia COSMOS 2612 pun dilaporkan masih bertahan pada jarak 480 kilometer dari satelit intelijen ICEYE di orbit rendah Bumi, membuat komunitas antariksa Barat tetap waspada.

Bagaimana cara kerja satelit pengawal ini? Kepala pertahanan Astroscale Alex Godfrey menjelaskan bahwa wahana pelindung tidak harus sedekat wahana servis. Dalam servis di orbit, wahana harus sangat lincah untuk merapat hingga jarak nol meter guna mengisi bahan bakar atau menyingkirkan objek dari orbit. Dalam pengawalan antariksa, jaraknya lebih jauh sehingga dalam beberapa hal justru lebih sederhana. Godfrey mengatakan perusahaan itu bisa menyiapkan wahana pelindung yang siap meluncur dalam waktu kurang dari tiga tahun. Biayanya diperkirakan hanya sekitar satu persen dari nilai konstelasi komunikasi geostasioner kelas militer, misalnya armada Skynet Inggris senilai 8,4 miliar poundsterling.

Godfrey mengibaratkan konsep ini seperti gugus tempur kapal induk: kapal induk tidak pernah berlayar sendiri, melainkan dikawal sistem yang lebih kecil dan lebih murah yang bergerak melindunginya. Ia mengusulkan armada patroli geostasioner pan-Eropa, tempat satu wahana melindungi dua atau tiga satelit sekutu yang berada di lokasi berdekatan, sementara negara lain bertanggung jawab di wilayah lain. Direktur pelaksana Astroscale Inggris Nick Shave mengatakan perusahaan itu sedang berdiskusi dengan perusahaan dan pelanggan di seluruh Eropa, meski belum ada kontrak untuk mengembangkan satelit pengawal. Pemerintah Inggris menjanjikan pendanaan pengembangan pengawalan antariksa mulai 2030, sehingga persiapan kemampuan dan demonstrasi harus dilakukan mulai sekarang.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Astroscale mengusulkan armada wahana pengawal di orbit untuk melindungi satelit penting dari serangan dan manuver berbahaya lawan.
  • Usulan ini bertumpu pada teknologi rendezvous dan penangkapan di orbit yang sudah diuji lewat misi ADRAS-J pada 2024 dan ELSA-D pada 2021 hingga 2024.
  • Desakan perlindungan menguat setelah satelit Rusia bermanuver jarak dekat di sekitar satelit radar ICEYE pada Oktober 2026 tanpa persetujuan pemiliknya.
  • Satelit pengawal dirancang menjaga jarak aman, dengan biaya diperkirakan sekitar satu persen nilai konstelasi yang dilindungi dan kesiapan luncur kurang dari tiga tahun.
  • Astroscale mengusulkan patroli geostasioner bersama negara-negara Eropa, sementara pendanaan pengembangan dari pemerintah Inggris dijanjikan mulai 2030.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *