Monday, 2 November 2026
Olahraga

PSIM Jamu Borneo FC di Sultan Agung, Debut Vidakovic dan Misi Akhiri Tren Tanpa Menang

Stadion sepak bola yang ramai penonton di bawah lampu sorot pada malam hari

PSIM Yogyakarta siap menghadapi Borneo FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, dalam lanjutan BRI Super League, Minggu, 1 November 2026, sore WIB. Laga pekan kedelapan itu menjadi debut pelatih baru PSIM, Risto Vidakovic, sekaligus ujian penting bagi Laskar Mataram untuk mengakhiri tren negatif di awal musim.

PSIM resmi menunjuk Risto Vidakovic sebagai pelatih kepala baru pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Juru taktik asal Serbia itu didampingi Edin Prljaca sebagai asisten pelatih. Penunjukan tersebut diumumkan manajemen klub setelah PSIM memberhentikan pelatih sebelumnya, Jean-Paul Van Gastel, pada 17 Oktober lalu menyusul hasil negatif tim.

Manajemen PSIM Jogja secara resmi memercayakan kursi pelatih kepala baru kepada Risto Vidakovic. Ia akan dibantu oleh asisten pelatih Edin Prljaca, kata Manajer PSIM, Iksan Mahar, dalam keterangan resmi klub.

Vidakovic bukan sosok baru dalam sepak bola Indonesia. Pelatih kelahiran Sekovici pada 5 Januari 1969 itu pernah menangani Borneo FC pada musim 2021/2022, sebelum kemudian menangani klub Malaysia dan Singapura, hingga akhirnya PSS Sleman pada musim 2023/2024. Pengalaman itu membuatnya memahami karakter kompetisi dan lawan yang akan dihadapinya pada laga debut.

Tantangan yang dihadapi Vidakovic tidak ringan. PSIM sejauh ini belum sekali pun menang dalam tujuh pertandingan yang dilalui, dengan hanya dua kali imbang. Dua hasil imbang itu didapat saat menghadapi Persita Tangerang pada laga pembuka dengan skor 1-1 dan kontra Isenmulang Kalteng FC dengan skor 0-0 pada pekan lalu. PSIM kini menempati peringkat ke-17 dengan koleksi 2 poin.

Di sisi lain, Borneo FC datang dengan modal yang berbeda. Tim berjuluk Pesut Etam itu dijadwalkan menjalani pertandingan ketujuh mereka musim ini. Namun persiapan Borneo tidak ideal: mereka harus menjalani tiga pertandingan dalam 10 hari, termasuk agenda kompetisi Asia di AFC Challenge League, dan hanya memiliki jeda empat hari setelah menghadapi PSS Sleman di Sleman sebelum bertandang ke Bantul.

Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengakui waktu pemulihan pemain sangat terbatas. Meski demikian, kemenangan atas PSS menjadi motivasi tambahan bagi timnya. Borneo juga memiliki catatan pertemuan yang bagus atas PSIM: pada musim sebelumnya, Borneo memenangi dua pertemuan, masing-masing 2-1 pada 1 Februari 2026 dan 3-1 pada 14 September 2025.

Laga di Stadion Sultan Agung itu pun menjadi pertemuan dua kepentingan yang berlawanan. PSIM membutuhkan kemenangan perdana untuk membangkitkan kepercayaan diri dan memulai kebangkitan bersama pelatih baru, sementara Borneo berusaha menjaga momentum di tengah jadwal padat dan kelelahan perjalanan.

Bagi Vidakovic, laga debut melawan mantan klubnya memberi cerita tersendiri. Ia mengenal Borneo dari dalam, tetapi kini ia berada di sisi berlawanan dengan misi yang jelas: mengubah PSIM dari tim yang belum pernah menang menjadi tim yang mampu bersaing. Hasil pada Minggu sore akan menjadi penanda awal apakah perubahan di kursi kepelatihan itu langsung berdampak.

Apa poin penting dari berita ini?

  • PSIM Yogyakarta menjamu Borneo FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada pekan kedelapan Super League, Minggu, 1 November 2026, sore WIB.
  • Laga itu menjadi debut pelatih baru PSIM, Risto Vidakovic, yang didampingi asisten Edin Prljaca setelah diumumkan pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
  • PSIM belum pernah menang dalam tujuh pertandingan musim ini dan menempati peringkat ke-17 dengan 2 poin.
  • Vidakovic pernah menangani Borneo FC pada 2021/2022 dan PSS Sleman pada 2023/2024.
  • Borneo FC menjalani tiga pertandingan dalam 10 hari dan hanya punya jeda empat hari setelah menghadapi PSS Sleman.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *