Sunday, 1 November 2026
Daerah

Rerainan November 2026 di Bali: dari Banyu Pinaruh hingga Tumpek Landep

Umat Hindu bersembahyang saat hari Pagerwesi di sebuah pura di Bali

Rerainan bagi umat Hindu di Bali merupakan peringatan hari-hari suci yang penanggalannya mengikuti sistem pawukon dan kalender Bali. Pada November 2026, yang berada dalam Tahun Caka 1948, sejumlah hari penting tercatat sejak awal bulan hingga akhir bulan, mulai dari Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Sabuh Mas, Pagerwesi, hingga Tumpek Landep.

Bulan November 2026 dibuka dengan Banyu Pinaruh pada Minggu, 1 November 2026, yakni hari memohon anugerah Sang Hyang Saraswati, dengan mandi air kumkuman atau air bersih bercampur bunga harum, lalu memohon tirta atau air suci agar bersih lahir dan batin. Sehari kemudian, pada 2 November, diperingati Soma Ribek, saat Sang Hyang Tri Murti sedang beryoga dan lumbung menjadi tempatnya, dengan widhi widhana untuk selamatan dan penghormatan terhadap beras di pulu dan padi di lumbung, sekaligus pemujaan kepada Dewi Sri sebagai ungkapan syukur dan harapan kesuburan.

Pada 3 November diperingati Sabuh Mas, yakni pemujaan terhadap Hyang Mahadewa sebagai tanda syukur agar selalu melimpahkan restu pada harta dan barang-barang berharga, termasuk perhiasan, dengan mengadakan upacara yadnya atau widhi widhana. Rangkaian awal bulan ini kemudian mencapai puncaknya pada Pagerwesi, Rabu, 4 November 2026.

Pagerwesi merupakan hari payogan Hyang Pramesti Guru disertai Dewasa Nawa Sanga demi keselamatan alam beserta isinya. Pada hari ini, umat Hindu menghaturkan widhi widhana di Sanggah Kemulan dan menenangkan pikiran dengan melakukan yoga semadi, sebagai upaya memohon keselamatan dan keteguhan batin di tengah kehidupan sehari-hari.

Memasuki pertengahan bulan, pada 9 November diperingati Tilem Kelima, lalu pada Sabtu, 14 November 2026, diperingati Tumpek Landep. Tumpek Landep datang setiap 210 hari berdasarkan hitungan pawukon, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Landep, dan menjadi momentum upacara selamatan terhadap semua jenis alat yang tajam atau senjata, serta memohon ke hadapan Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati agar semua alat dan senjata tetap bertuah.

Rangkaian rerainan berlanjut pada 15 November dengan Redite Umanis Ukir, yakni persembahan ke hadapan Bhatara Guru di Sanggah Kemulan, lalu 18 November dengan Buda Wage Ukir, dan 20 November dengan Hari Bhatara Sri. Pada 24 November, dua peringatan jatuh bersamaan, yakni Anggar Kasih Kulantir dan Purnama Kenam, sebelum bulan ditutup dengan Soma Umanis Tolu pada 30 November 2026.

Bagi umat Hindu di Bali maupun di perantauan, kalender rerainan seperti ini menjadi pedoman untuk mempersiapkan sarana persembahan dan mengatur waktu persembahyangan, baik di sanggah keluarga, merajan, maupun pura. Setiap rerainan memiliki makna dan tata cara yang berbeda, sehingga pemahaman atas jadwal dan maknanya membantu umat menjalankan upacara dengan tertib dan khidmat sepanjang bulan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Rerainan November 2026 di Bali dibuka Banyu Pinaruh pada 1 November, dilanjutkan Soma Ribek pada 2 November dan Sabuh Mas pada 3 November.
  • Pagerwesi jatuh pada Rabu, 4 November 2026, sebagai hari payogan Hyang Pramesti Guru demi keselamatan alam beserta isinya, dengan widhi widhana di Sanggah Kemulan dan yoga semadi.
  • Tilem Kelima diperingati pada 9 November 2026, dan Tumpek Landep pada Sabtu, 14 November 2026, sebagai upacara selamatan alat tajam dan senjata agar tetap bertuah.
  • Rangkaian berlanjut dengan Redite Umanis Ukir pada 15 November, Buda Wage Ukir pada 18 November, dan Hari Bhatara Sri pada 20 November.
  • Anggar Kasih Kulantir dan Purnama Kenam jatuh pada 24 November, dan bulan ditutup Soma Umanis Tolu pada 30 November 2026, dalam Tahun Caka 1948.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *