Kurang dari sebulan sebelum pemilihan umum sela Amerika Serikat 2026, sebuah iklan kampanye di negara bagian Ohio memicu perdebatan luas. Iklan dari kampanye Vivek Ramaswamy, kandidat gubernur Ohio dari Partai Republik, menampilkan Donna Arthur, ibu kandung yang sudah lama tidak berhubungan dengan lawannya, Amy Acton dari Partai Demokrat. Dalam iklan itu, Arthur menyebut Acton berbohong tentang masa lalunya. Pemeriksa fakta Snopes menelusuri tuduhan itu dan menyimpulkan bahwa dokumen pengadilan membuktikan Acton menggambarkan masa kecilnya yang sulit secara akurat.
Acton, mantan direktur departemen kesehatan Ohio, sudah bertahun-tahun berbicara terbuka tentang masa kecilnya yang berat. Dalam profil tahun 2019 di surat kabar The Vindicator, ia digambarkan pernah mengalami penelantaran dan berpindah-pindah tempat tinggal, termasuk melewati satu musim dingin di tenda di perkemahan Youngstown. Iklan Ramaswamy secara langsung membantah klaim tentang kehidupan di tenda itu, tetapi tidak menyinggung tuduhan pelecehan yang juga menjadi bagian dari kisah masa kecil Acton.
Dokumen pengadilan dari Mahoning County yang ditarik wartawan News 5 Cleveland menunjukkan rangkaian peristiwa berikut. Pada Juli 1978, ketika Acton berusia 12 tahun, ayah kandungnya melaporkan kepada polisi bahwa suami ibunya, Cledith Arthur, melakukan pelecehan seksual terhadap Acton. Arthur ditangkap dan didakwa berdasarkan undang-undang Ohio tentang perbuatan seksual terhadap anak di bawah 13 tahun. Ia mengaku tidak bersalah, dibebaskan dengan jaminan 2.000 dolar, lalu tidak hadir di persidangan dan didakwa oleh dewan juri. Surat perintah penangkapan dikeluarkan pada Oktober 1978 dan Desember 1981.
Setelah itu, Arthur dan Donna Arthur meninggalkan Ohio menuju Pennsylvania, dan keduanya tidak pernah kembali menghadapi dakwaan tersebut sebelum Cledith Arthur meninggal pada 2004, dalam keadaan masih menikah dengan Donna. Acton dan adik laki-lakinya, Philip Stearns, dikeluarkan dari pengasuhan Donna dan Cledith Arthur setelah penangkapan itu. Stearns, dalam pernyataan kampanye Acton, membenarkan kisah kakaknya dan menyatakan bahwa ibu kandung mereka tetap menikah dengan pelaku sampai pelaku meninggal.
Satu catatan penting harus dijaga dalam perkara ini. Karena Arthur tidak pernah diadili dan tidak pernah divonis, pemeriksa fakta tidak bisa secara definitif memastikan peristiwa pelecehan itu dari sisi putusan pengadilan. Yang bisa dibuktikan dokumen pengadilan adalah adanya laporan, penangkapan, dakwaan, pelarian, dan pencabutan hak asuh, serta temuan polisi bahwa ayah tiri itu pernah tinggal di tenda ketika Acton masih kecil. Iklan yang menyebut Acton berbohong tidak menyajikan rangkaian dokumen tersebut.
Kampanye Ramaswamy awalnya tidak menjawab pertanyaan wartawan tentang iklan itu, yang sempat beredar tanpa keterangan sponsor yang jelas, sebelum akhirnya mengakui iklan itu milik mereka dan menyatakan tetap mendukung penayangannya, dengan anggaran sekitar empat juta dolar. Wakil Presiden JD Vance juga membela iklan tersebut. Namun dari sisi pemeriksaan fakta, kesimpulan Snopes tetap: dokumen pengadilan mendukung gambaran Acton tentang masa kecilnya yang sulit, dan tuduhan bahwa ia berbohong tentang masa lalunya tidak didukung bukti.
Apa poin penting dari berita ini?
- Iklan kampanye Vivek Ramaswamy di Ohio menampilkan Donna Arthur, ibu kandung Amy Acton yang sudah lama tidak berhubungan, yang menyebut Acton berbohong tentang masa lalunya.
- Pemeriksa fakta Snopes menyimpulkan dokumen pengadilan membuktikan Acton menggambarkan masa kecilnya yang sulit secara akurat.
- Dokumen Mahoning County menunjukkan suami ibunya, Cledith Arthur, ditangkap dan didakwa pada 1978 atas perbuatan seksual terhadap anak di bawah 13 tahun.
- Arthur tidak pernah diadili dan meninggal pada 2004 dalam keadaan masih menikah dengan Donna, sementara Acton dan adiknya dikeluarkan dari pengasuhan mereka.
- Karena tidak ada vonis pengadilan, pemeriksa fakta tidak bisa memastikan peristiwa itu lewat putusan, tetapi dakwaan, penangkapan, dan pencabutan hak asuh terdokumentasi dengan jelas.


