Sunday, 1 November 2026
Antariksa

Eksperimen MVP-Plant-02 di Stasiun Luar Angkasa Uji Penyakit Tanaman untuk Misi Bulan dan Mars

Para peneliti memeriksa tanaman muda dalam penelitian penyakit tanaman untuk misi luar angkasa

Ketika manusia mulai membangun pangkalan di Bulan dan Mars, satu pertanyaan sederhana menjadi sangat penting: bisakah tanaman tetap sehat dan menghasilkan makanan segar di luar angkasa? Untuk menjawabnya, para peneliti University of Florida meluncurkan penyelidikan MVP-Plant-02 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 13 Oktober 2026. Eksperimen ini menguji bagaimana tanaman merespons serangan jamur penyebab penyakit di kondisi tanpa gravitasi, sesuatu yang bisa menentukan keberhasilan misi jangka panjang di luar Bumi.

Penyelidikan ini dipimpin para peneliti dari Institut Ilmu Pangan dan Pertanian University of Florida (UF/IFAS), yaitu Andrew C. Schuerger, Robert Ferl, dan Anna-Lisa Paul, yang menggabungkan keahlian patologi tanaman dan fisiologi tanaman. Mereka memakai tanaman kecil Arabidopsis thaliana, sejenis tumbuhan berbunga yang sudah lama menjadi model penelitian, dan jamur Golovinomyces cichoracearum yang menyebabkan penyakit embun tepung pada daun. Di Bumi, penyakit jamur seperti ini sudah menyerang pertanian selama ribuan tahun, tetapi bagaimana pertahanan tanaman bekerja dalam keadaan tanpa bobot masih belum diketahui.

Cara kerja eksperimen ini terbilang istimewa. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, tanaman dibiarkan tumbuh dulu di mikrogravitasi, baru kemudian diinfeksi spora jamur secara steril di dalam sistem tertutup. Untuk itu tim mengembangkan perangkat pertama untuk inokulasi patogen tanaman di penerbangan luar angkasa, yang disebut Conidia Application Device, yang memungkinkan astronaut menyemprotkan spora embun tepung ke tajuk Arabidopsis tanpa membuka sistemnya. Selama misi, peneliti di Bumi menerima citra dari sebagian modul pertumbuhan untuk memantau perkembangan tanaman.

Untuk memisahkan pengaruh mikrogravitasi dari faktor lain, tanaman dibagi ke dalam tiga kelompok yang sangat mirip. Kelompok pertama tumbuh di stasiun dalam keadaan tanpa bobot. Kelompok kedua juga dibawa ke luar angkasa, tetapi ditumbuhkan di fasilitas khusus yang mensimulasikan gravitasi Bumi. Kelompok ketiga tetap di Bumi sebagai kelompok kontrol. Ketiga kelompok itu sama-sama diinfeksi spora jamur, lalu para peneliti membandingkan seberapa parah infeksi berkembang dan bagaimana ekspresi gen tanaman berubah. Para ilmuwan sendiri mengaku belum tahu apa yang akan terjadi: mikrogravitasi bisa memperkuat pertahanan tanaman, melemahkannya, atau tidak berpengaruh sama sekali.

Mengapa riset ini penting? Dalam misi jangka panjang, awak tidak bisa selamanya bergantung pada pasokan dari Bumi. Sistem pendukung kehidupan bioregeneratif, yaitu sistem yang memakai tanaman dan proses biologis lain untuk menyediakan makanan sekaligus mendaur ulang oksigen dan air, menjadi kunci kemandirian pangkalan Bulan dan Mars. Namun sistem itu hanya berguna kalau tetap produktif dan sehat selama berbulan-bulan, dan penyakit tanaman adalah salah satu ancaman terbesarnya. Seperti diungkapkan para peneliti, ke mana pun tanaman dan manusia pergi, patogen tanaman akan segera menyusul.

Hasil akhirnya sendiri belum bisa diketahui selama misi berjalan. Penilaian menyeluruh tentang tingkat keparahan penyakit dan perubahan genetik tanaman baru bisa dilakukan setelah bahan percobaan kembali ke Bumi dan dianalisis secara detail. Bila ternyata mikrogravitasi memperparah penyakit tanaman, temuan ini akan memandu strategi baru untuk menjaga tanaman tetap sehat di habitat Bulan dan Mars, sekaligus memberi petunjuk untuk membudidayakan tanaman yang lebih tangguh di Bumi.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Penyelidikan MVP-Plant-02 diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 13 Oktober 2026 untuk menguji respons tanaman terhadap penyakit jamur di mikrogravitasi.
  • Penelitian yang dipimpin University of Florida ini memakai tanaman Arabidopsis thaliana dan jamur penyebab embun tepung, Golovinomyces cichoracearum.
  • Tanaman dibagi ke tiga kelompok, yaitu mikrogravitasi, gravitasi Bumi simulasi di stasiun, dan kelompok kontrol di Bumi, lalu ketiganya diinfeksi spora jamur secara steril.
  • Perangkat Conidia Application Device memungkinkan astronaut menyemprotkan spora jamur ke tanaman di dalam sistem tertutup tanpa membukanya.
  • Hasil penelitian ini penting bagi sistem pendukung kehidupan bioregeneratif di pangkalan Bulan dan Mars, yang mengandalkan tanaman untuk makanan, oksigen, dan air.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *