Sherina Munaf menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda banyak pekerja di Indonesia. Keprihatinan itu ia sampaikan saat membahas perannya sebagai Nea dalam film drama keluarga Filosofi Teras, dalam acara peluncuran poster dan lagu tema film tersebut di MD Place Tower, Jakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Dalam film produksi MD Pictures itu, Sherina memerankan Nea, anak tengah yang menjadi tulang punggung keluarga sejak sang ayah meninggal dunia. Nea tidak hanya menanggung beban ekonomi keluarga, tetapi juga hidup di bawah ancaman kehilangan pekerjaan, situasi yang membuat kisahnya terasa dekat dengan kenyataan yang dialami banyak pekerja saat ini.
Ancaman PHK itu pula yang menjadi salah satu guncangan dalam perjalanan hidup Nea. Tanpa membocorkan alur cerita, Sherina membenarkan bahwa tokohnya harus menghadapi berbagai tantangan dan guncangan hidup, termasuk ketidakpastian soal pekerjaan. Baginya, kisah Nea bukan sekadar drama di layar, melainkan cermin dari kegelisahan nyata yang dirasakan banyak orang.
Di hadapan awak media, Sherina mengaku prihatin melihat banyak pekerja berpendidikan tinggi dan berkemampuan mumpuni ikut terdampak gelombang PHK. Ia menilai situasi itu sangat memprihatinkan, karena ijazah dan kemampuan yang bagus ternyata tidak selalu melindungi seseorang dari efisiensi perusahaan dan tekanan ekonomi.
Sherina juga menyampaikan simpati kepada siapa pun yang sedang merasakan keresahan serupa, termasuk mereka yang sudah benar-benar kehilangan pekerjaan. Ia mengakui dirinya tidak berada di posisi itu, namun ingin menunjukkan empati dan kepeduliannya terhadap para pekerja yang terdampak.
Harapan Sherina, persoalan ketenagakerjaan ini terus menjadi bahan diskusi publik. Menurutnya, dengan terus bersuara, merespons, dan membuka ruang diskusi, ada peluang keadaan bisa berubah menjadi lebih baik bagi para pekerja di masa depan.
Film Filosofi Teras sendiri diadaptasi dari buku laris karya Henry Manampiring yang memperkenalkan pemikiran Stoikisme dengan bahasa sederhana. Film yang disutradarai Affandi Abdul Rachman ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 Desember 2026, dengan jajaran pemain seperti Ge Pamungkas sebagai Dio, Zee Asadel sebagai Runi, Lydia Kandou sebagai Ratih, Dinda Kanya Dewi sebagai Dita, dan Putri Ayudya sebagai Artika.
Untuk mendalami karakter Nea, Sherina memilih pendekatan yang tidak biasa. Ia berusaha mengosongkan pemahamannya tentang Stoikisme yang sudah ia ketahui sebelumnya, agar bisa menjalani perjalanan emosional Nea secara lebih autentik, layaknya gelas kosong yang diisi kembali lewat pengalaman tokohnya.
Melalui Nea, penonton diajak melihat bagaimana seseorang berusaha tetap tegar di tengah himpitan ekonomi, tanggung jawab keluarga, dan ancaman kehilangan pekerjaan. Pesan itulah yang membuat Filosofi Teras tidak hanya menjadi tontonan akhir tahun, tetapi juga ajakan untuk lebih peduli pada sesama pekerja yang sedang berjuang.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sherina Munaf menyuarakan keprihatinan terhadap gelombang PHK di Indonesia saat membahas perannya sebagai Nea dalam film Filosofi Teras.
- Nea adalah anak tengah yang menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya meninggal dan hidup di bawah ancaman kehilangan pekerjaan.
- Sherina menilai situasi PHK sangat memprihatinkan karena banyak pekerja berpendidikan tinggi dan berkemampuan mumpuni ikut terdampak.
- Ia menyampaikan simpati kepada para pekerja yang terdampak dan berharap diskusi publik terus dibuka agar keadaan bisa membaik.
- Film Filosofi Teras disutradarai Affandi Abdul Rachman dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 Desember 2026.


