Masyarakat di Banyumas menyambut baik program uji coba pengumpulan minyak jelantah atau used cooking oil di Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Program ini digagas oleh Pertamina Patra Niaga bersama Kementerian Koperasi, dan antusiasme warga terlihat dari kesediaan mereka mengumpulkan minyak goreng bekas pakai dari rumah masing-masing.
Minyak jelantah selama ini sering dibuang begitu saja ke saluran air atau tempat sampah. Padahal, minyak goreng bekas pakai masih memiliki nilai ekonomi bila dikumpulkan dan diolah dengan benar, misalnya sebagai bahan baku produk turunan seperti biodiesel. Program pengumpulan ini mengubah limbah dapur menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.
Melalui Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, warga memiliki wadah yang jelas untuk menyetorkan minyak jelantah mereka. Koperasi berperan sebagai pengumpul di tingkat desa dan kelurahan, sehingga warga tidak perlu bingung mencari penampung. Kehadiran koperasi juga membuat alur pengumpulan lebih tertib dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Antusiasme warga menjadi modal penting bagi keberhasilan uji coba ini. Kesadaran untuk tidak membuang minyak jelantah sembarangan juga memberi manfaat lingkungan, karena minyak yang dibuang ke saluran air dapat mencemari lingkungan dan menyumbat aliran. Dengan dikumpulkan, limbah dapur berubah menjadi barang yang bernilai sekaligus mengurangi pencemaran.
Kerja sama antara Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Koperasi menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat berjalan bila melibatkan badan usaha dan kelembagaan masyarakat secara bersamaan. Pertamina membawa kebutuhan industri dan jalur pengolahan, sementara koperasi membawa jaringan warga di tingkat akar rumput. Kombinasi ini membuat program lebih mudah diterima masyarakat.
Bagi warga, nilai tambah program ini bersifat ganda. Di satu sisi, mereka memperoleh penghasilan dari barang yang sebelumnya dianggap sampah. Di sisi lain, mereka ikut menjaga lingkungan tempat tinggalnya. Bila uji coba ini berjalan baik, model serupa dapat diperluas ke daerah lain dengan dukungan koperasi yang sudah terbentuk di berbagai wilayah.
Program pengumpulan minyak jelantah di Banyumas ini menjadi contoh bagaimana ekonomi sirkular dapat dimulai dari dapur rumah tangga. Limbah yang dikelola dengan baik tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga dan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Apa poin penting dari berita ini?
- Masyarakat di Banyumas menyambut baik program uji coba pengumpulan minyak jelantah atau used cooking oil di Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
- Melalui Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, warga memiliki wadah yang jelas untuk menyetorkan minyak jelantah mereka.
- Program pengumpulan minyak jelantah di Banyumas ini menjadi contoh bagaimana ekonomi sirkular dapat dimulai dari dapur rumah tangga.


